Pendidikan Tidak Sekadar Hafalan, Pembelajaran Mendalam Jadi Fokus Baru
- 21 Mei 2026 09:33 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Pendekatan pembelajaran mendalam atau deep learning mulai menjadi perhatian dalam dunia pendidikan nasional. Konsep ini didorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai upaya meningkatkan kualitas belajar peserta didik agar tidak hanya berfokus pada hafalan, tetapi juga pemahaman yang lebih bermakna.
Dalam pendekatan tersebut, siswa didorong memahami materi secara utuh, mampu berpikir kritis, serta menghubungkan pelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Pembelajaran juga diarahkan agar lebih menyenangkan, aktif, dan melibatkan pengalaman belajar yang mendalam bagi peserta didik. Hal ini disampaiakan Taskiyah, Fasilitator Pelatihan Pendekatan Pembelajaran Mendalam.
“Jadi, penjelasan simple nya nih ya, pendekatan pembelajaran mendalam ini, siswa tidak hanya disuruh menghafal konsep. Kalau selama ini kita biasanya melihat siswa itu disuruh menghafal konsep, tetapi di pendekatan ini, siswa diharapkan benar-benar memahami konsep secara mendalam, melalui pengalaman nyata. Jadi, anak-anak diajak terjun langsung mengalami pembelajaran tidak hanya berupa konsep yang abstrak,” katanya menjelaskan, saat di Indonesia Cerdas RRI, Rabu, 20 Mei 2026.
Ia menambahkan, ilmu yang didapat oleh siswa di kelas, nyambung dengan kehidupan keseharian mereka. Ilmu yang didapat di kelas, berguna untuk kehidupan konteksual mereka. Konsepnya tetap bersumber dari guru, dengan memperhatikan kebutuhan belajar anak-anak.
Pembelajaran mendalam menekankan suasana belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui pengembangan olah pikir, olah hati, olah rasa, serta olah raga secara holistik.
Pendekatan ini juga dinilai mampu membangun keterlibatan siswa dalam proses belajar. Guru tidak lagi hanya menjadi pemberi materi, melainkan fasilitator yang membantu siswa aktif bertanya, berdiskusi, hingga memecahkan persoalan secara kreatif.
Selain itu, pembelajaran mendalam mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan belajar mengajar. Guru dan siswa diharapkan mampu menggunakan teknologi secara efektif untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih inovatif dan interaktif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....