Ayah Masa Kini Bertransformasi Jadi Pengasuh, Mentor, dan Sahabat Anak

  • 08 Jun 2026 08:25 WIB
  •  Sumenep

RRI.Co.ID, Sumenep - Perubahan zaman telah mengubah banyak aspek kehidupan keluarga. Salah satu perubahan paling menarik terlihat pada peran seorang ayah. Kini, ayah tidak lagi hanya dikenal sebagai pencari nafkah utama keluarga.

Perkembangan ekonomi dan pendidikan turut membentuk wajah baru sosok ayah. Kemajuan teknologi juga menghadirkan pola kerja yang lebih fleksibel. Menurut The New Age Parents, kini banyak ayah memiliki kesempatan lebih besar terlibat dalam kehidupan keluarga.

Pada masa lalu, hubungan ayah dan anak cenderung memiliki jarak emosional. Kasih sayang sering ditunjukkan melalui tindakan, bukan ungkapan langsung. Sosok ayah juga identik dengan figur yang tegas dan berwibawa.

Dalam banyak keluarga tradisional, ayah menjadi pusat otoritas rumah tangga. Keputusan keluarga sering berada di tangan mereka. Sementara itu, urusan pengasuhan lebih banyak dilakukan oleh ibu.

Kini, gambaran tersebut mulai mengalami perubahan yang signifikan. Banyak ayah memilih hadir lebih dekat dalam proses tumbuh kembang anak. Kehadiran mereka tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga emosional.

Ayah modern tidak ragu menjalankan pekerjaan rumah tangga sehari-hari. Mereka dapat memasak, mengantar anak sekolah, atau membereskan rumah. Aktivitas tersebut dianggap sebagai tanggung jawab bersama dalam keluarga.

Batasan peran berdasarkan gender juga semakin berkurang. Mengganti popok atau menyisir rambut anak perempuan bukan lagi hal asing. Fokus utama mereka adalah kebutuhan keluarga, bukan stereotip sosial.

Selain menjadi penyedia kebutuhan ekonomi, ayah berperan sebagai mentor. Mereka menjadi tempat berdiskusi, belajar, dan mencari solusi. Kehadiran ini membantu membangun hubungan yang lebih hangat dengan anak.

Keterlibatan ayah memberikan dampak positif bagi perkembangan anak. Anak cenderung memiliki rasa percaya diri yang lebih baik. Stabilitas emosi dan kesehatan mental mereka juga dapat berkembang lebih optimal.

Bagi anak laki-laki, ayah menjadi contoh dalam menjalani kehidupan. Bagi anak perempuan, ayah membentuk gambaran mengenai hubungan yang sehat. Pengaruh tersebut dapat bertahan hingga mereka dewasa.

Peran aktif ayah juga memperkuat hubungan dalam keluarga. Ketika pengasuhan dibagi bersama, beban rumah tangga menjadi lebih seimbang. Kondisi ini membantu menciptakan komunikasi yang lebih baik antaranggota keluarga.

Meski demikian, menjadi ayah yang terlibat bukan tanpa tantangan. Banyak pria masih berusaha menyeimbangkan tuntutan karier dan keluarga. Namun, perubahan ini menunjukkan bahwa menjadi ayah adalah proses belajar sepanjang hayat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....