Cinta Ibu Menular, Kunci Harmoni Keluarga dan Generasi
- 27 Apr 2026 16:17 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Cinta seorang ibu dinilai memiliki pengaruh besar dalam membentuk karakter keluarga dan generasi, bahkan disebut dapat “menular” kepada suami dan anak-anak. Hal ini disampaikan dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Sumenep, Senin 27 April 2026 dengan tema “Perempuan, Pilar Cinta dan Generasi”.
Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Ustaz Faisal Rimzani, menjelaskan peran perempuan sebagai pilar cinta tidak hanya terbatas pada perasaan, tetapi juga pada bagaimana cinta itu ditanamkan dalam kehidupan keluarga. Ia menekankan kualitas hubungan dalam keluarga sangat dipengaruhi cara seorang ibu menebarkan kasih sayang.
“Cinta itu sejatinya mampu menular, ketika seorang perempuan mampu menebarkan cinta dalam keluarga, maka suami dan anak-anaknya juga akan memiliki cinta yang sama," ujarnya.
Sebaliknya, ia mengingatkan kurangnya ekspresi cinta dalam keluarga dapat memicu berbagai persoalan yang dampaknya muncul di kemudian hari. Ketidakharmonisan dalam rumah tangga maupun hubungan orang tua dan anak bisa berawal dari minimnya kehangatan emosional di dalam keluarga.
Ia juga menyinggung hubungan suami istri dapat terdampak jika kebutuhan emosional tidak terpenuhi. “Bisa jadi persoalan dalam rumah tangga muncul karena cinta yang diberikan tidak utuh atau tidak maksimal,” katanya.
Selain itu, Ustaz Faisal menekankan pentingnya pendekatan cinta dalam mendidik anak. Nasihat yang disampaikan kepada anak, kata dia, tidak cukup hanya berupa larangan atau aturan, tetapi harus dibalut dengan kasih sayang agar dapat diterima dengan baik.
“Dalam mendidik anak, jangan hanya mengandalkan pengetahuan, tetapi juga harus diimbangi dengan cinta," ucapnya. "Kalimat yang disampaikan harus kalimat-kalimat cinta." katanya.
Dalam konteks peran, Ustadz Faisal menjelaskan tanggung jawab keluarga tidak hanya dibebankan kepada perempuan. Ia menegaskan ayah dan ibu memiliki peran masing-masing, baik dalam aspek internal maupun eksternal keluarga.
Lebih lanjut, ia mengingatkan tantangan era digital yang berpotensi mengganggu peran orang tua, terutama ibu. Ia mengajak para orang tua untuk kembali memprioritaskan peran utama dalam keluarga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....