Tiga Hari Diguyur Hujan, Apakah Kemarau di Sumenep Mundur?

  • 30 Apr 2026 13:22 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Selama tiga hari terakhir, wilayah Kabupaten Sumenep diguyur hujan deras meski angin timur yang menjadi penanda musim kemarau telah mulai berhembus. Kondisi ini memunculkan kebingungan di kalangan masyarakat, khususnya para petani yang mulai bersiap memasuki masa tanam tembakau.

Hujan dengan intensitas cukup tinggi terjadi hampir merata di sejumlah kecamatan. Padahal, beberapa pekan sebelumnya cuaca di Sumenep cenderung panas dan kering, yang biasanya menjadi sinyal awal datangnya musim kemarau.

Seorang petani asal Kecamatan Dungkek, Asrama, mengaku telah lebih dulu menanam tembakau karena yakin musim kemarau telah tiba. Ia mengandalkan perubahan arah angin sebagai acuan dalam menentukan waktu tanam.

“Kalau melihat cuaca tiga hari terakhir ini sepertinya masih musim hujan. Saya khawatir tanaman tembakau yang sudah ditanam bisa terganggu,” katanya.

Ia menambahkan, sebelumnya kondisi cuaca cukup mendukung dengan panas yang cukup terik dan angin timur mulai berhembus. Hal itu membuat dirinya optimistis untuk memulai penanaman lebih awal.

“Beberapa waktu lalu cuaca sudah panas dan angin timur sudah keluar, jadi saya pikir sudah masuk musim kemarau,” ujarnya.

Kondisi hujan yang kembali turun membuat para petani harus lebih berhati-hati dalam menentukan langkah ke depan, terutama dalam merawat tanaman yang sudah terlanjur ditanam.

Sementara itu, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Madura, Jawa Timur, saat ini memang tengah memasuki masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, sehingga hujan yang masih terjadi di akhir April dinilai sebagai hal yang wajar. (RIA)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....