Raker PCNU Sumenep Tekankan Transformasi Gerakan hingga Program Berdampak
- 03 Mei 2026 11:46 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep menegaskan arah baru gerakan organisasi yang lebih konkret dan berdampak melalui Rapat Kerja (Raker) masa khidmat 2026–2031 yang digelar pada Minggu (03/05/2026).
Raker berlangsung di Ponpes Attaufuqiyah, Aeng Baja Raja, Kecamatan Bluto dengan mengusung tema “Transformasi Jam’iyyah dalam Berkhidmat demi Kemaslahatan Ummat”. Forum tersebut diposisikan sebagai pijakan strategis untuk memastikan setiap program tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Ketua PCNU Sumenep, KH. Md Widadi Rahim menegaskan, bahwa raker menjadi momentum penting dalam merumuskan arah gerakan lima tahun ke depan di tengah kompleksitas persoalan umat.
Ia menyebut tantangan yang dihadapi saat ini semakin luas, meliputi sektor sosial, pendidikan, ekonomi, kesehatan hingga keagamaan, sehingga membutuhkan respons yang terstruktur dan solutif. Menurutnya, memasuki abad kedua, Nahdlatul Ulama dituntut melakukan transformasi gerakan tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi yang telah menjadi fondasi.
Transformasi tersebut, lanjutnya, harus diwujudkan dalam kerja nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. “Rapat kerja merupakan momen penting dalam merumuskan arah gerakan kita ke depan," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pendekatan dakwah juga harus mengalami pergeseran. Jika sebelumnya lebih dominan pada dakwah lisan (dakwah qowli), kini perlu diperkuat dengan aksi nyata (dakwah bil hal) sebagai bentuk kehadiran organisasi di tengah masyarakat.
Dirinya juga menyoroti pentingnya kehadiran NU dalam menjawab kesenjangan yang terjadi, khususnya pada sektor ekonomi umat. Ia memastikan bahwa lembaga-lembaga di bawah PCNU Sumenep telah merancang program kerja yang adaptif, responsif, dan relevan dengan perkembangan zaman, sehingga mampu melahirkan program nyata dan berdampak.
Di sisi lain, Widadi mengingatkan bahwa keberhasilan program sangat ditentukan oleh kekompakan seluruh elemen organisasi. Menurutnya, soliditas menjadi kunci agar transformasi gerakan dapat berjalan optimal selama masa khidmat berlangsung. “Sekarang harus ditingkatkan dengan dakwah bil hal, artinya perbuatan secara langsung,” tegasnya.
Sementara itu, Rois Syuriah PCNU Sumenep, KH Ahmad Wasil Hasyim, dalam arahannya menekankan pentingnya keseriusan dalam berkhidmat. Ia mengibaratkan pengabdian di NU sebagai sebuah persembahan yang harus utuh dan tidak setengah-setengah.
“Khidmat ini seperti memberikan cincin, harus satu cincin utuh, bukan setengah cincin,” ungkapnya. Ia menegaskan bahwa transformasi yang dicanangkan tidak akan terwujud tanpa komitmen penuh dari seluruh pengurus. Karena itu, ia mendorong agar setiap program yang dirumuskan dalam raker benar-benar dijalankan secara maksimal dan menghasilkan produk nyata.
Selain itu, Kiai Wasil juga mengajak seluruh elemen organisasi untuk mampu menyatukan perbedaan sebagai kekuatan kolektif, bukan sebaliknya menjadi penghambat. Ia mengingatkan agar kepentingan pribadi tidak mengganggu jalannya program organisasi.
Lebih lanjut, Ia menekankan pentingnya menjadikan raker sebagai pedoman kerja yang terukur dan berkelanjutan. Evaluasi secara berkala, minimal setiap enam bulan, dinilai penting untuk memastikan program berjalan sesuai arah yang telah ditetapkan.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antar lembaga di lingkungan PCNU Sumenep. Kolaborasi yang solid, menurutnya, akan memperkuat implementasi program dan memperbesar dampak yang dihasilkan bagi masyarakat. “Raker ini harus jadi pedoman, bahkan setiap enam bulan dilakukan evaluasi,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....