Kapan Boleh Minum Kopi dan Matcha saat Puasa?
- 24 Feb 2026 05:47 WIB
- Serui
RRI.CO.ID, Serui - Kopi dan matcha telah menjadi minuman favorit bagi banyak orang, khususnya kalangan muda, baik sebagai pendamping aktivitas maupun bagian dari gaya hidup. Namun, saat bulan Ramadan tiba, pola konsumsi minuman berkafein ini perlu diatur agar tidak mengganggu stamina tubuh selama menjalankan ibadah puasa.
Melansir beberapa sumber terpercaya seperti detikheath.com. Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Yislam Aljaidi, SpJP, FIHA, menjelaskan bahwa kopi sebenarnya memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan jantung jika dikonsumsi dengan tepat. Menurutnya, kopi hitam tanpa gula dan campuran lainnya mampu memberikan dampak positif apabila dibatasi hingga 1-2 cangkir per hari.
#Bahaya Efek Diuretik jika Dikonsumsi saat Sahur#
Meskipun bermanfaat, dr. Yislam menegaskan pentingnya memperhatikan waktu konsumsi saat berpuasa. Kopi dan matcha diketahui memiliki efek diuretik yang dapat memicu lebih sering buang air kecil, sehingga tidak disarankan untuk dikonsumsi saat sahur.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa minum kopi di waktu sahur dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan lebih banyak, sehingga memicu potensi tubuh kehilangan banyak cairan di siang hari.. Hal ini tentu menjadi tantangan bagi tubuh untuk tetap bugar selama menjalani ibadah puasa.
#Waktu Ideal untuk Menikmati Kopi dan Matcha#
Lantas, kapan waktu terbaik untuk menikmati kopi atau matcha selama puasa? dr. Yislam menyarankan agar minuman berkafein ini dikonsumsi antara waktu berbuka hingga sebelum tidur. Namun, sebaiknya pastikan perut sudah terisi makanan terlebih dahulu untuk mencegah iritasi lambung.
Ia merekomendasikan waktu setelah berbuka puasa hingga salat Isya sebagai momen paling tepat untuk menikmati kopi atau matcha. Namun perlu diperhatikan kadar gula dalam minuman tersebut agar tidak berlebihan.
#Batasi konsumsi kafein agar tidur tidak terganggu.#
Selain sahur, waktu menjelang tidur juga perlu dihindari untuk konsumsi kafein. Efek kafein yang merangsang peningkatan detak jantung dapat membuat seseorang tetap terjaga dan sulit tidur, sehingga kualitas istirahat malam terganggu. Padahal, tidur yang cukup sangat diperlukan untuk menjaga kebugaran tubuh saat bangun sahur.
Di luar bulan puasa, kopi biasanya dinikmati di pagi hari atau setelah makan siang. Namun selama Ramadan, sebaiknya batasi konsumsi kafein setelah salat Isya demi menjaga tidur tetap berkualitas, tegas dr. Yislam.