Minyak Jelantah: Hemat tapi Berbahaya Bagi Kesehatan
- 22 Jan 2026 15:18 WIB
- Serui
RRI.CO.ID, Serui - Penggunaan minyak jelantah masih sering dijumpai di berbagai dapur rumah tangga. Meskipun terkesan lebih ekonomis, ternyata terdapat risiko serius bagi kesehatan yang kerap terabaikan.
Sebagai minyak goreng bekas, minyak jelantah sering dianggap sebagai solusi murah untuk digunakan berulang kali. Namun, kebiasaan ini sebenarnya dapat menimbulkan dampak buruk bagi tubuh apabila terus dilakukan.
Seperti yanga diberitakan detikfood. Minyak yang dipanaskan berulang kali mengalami penurunan kualitas dan memicu pembentukan senyawa berbahaya. Berikut adalah lima dampak negatif dari penggunaan minyak jelantah yang wajib diwaspadai:
1. Ancaman serangan jantung dan stroke
Setiap kali digunakan kembali, kadar asam lemak trans dan radikal bebas dalam minyak meningkat. Kedua zat ini dapat menyumbat pembuluh darah, sehingga meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, serangan jantung, atau stroke jika dikonsumsi secara konsisten.
2. Memicu hiperkolesterolemia
Pemanasan ulang pada minyak goreng dapat meningkatkan kandungan lemak jenuh, yang pada akhirnya memicu naiknya kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Hal ini dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah serta komplikasi kesehatan lainnya.
3. Munculnya zat pemicu kanker
Memanaskan minyak berkali-kali akan menghasilkan senyawa berbahaya seperti akrolein dan hidrokarbon polisiklik aromatik (HPA). Zat karsinogenik merupakan agen penyebab kanker yang berpotensi aktif jika menumpuk di dalam tubuh.
4. Masalah pencernaan
Konsumsi makanan yang digoreng menggunakan minyak bekas pakai (jelantah) sering kali mengakibatkan gangguan pencernaan seperti mual, perut kembung, dan diare karena susah dicerna tubuh, atau bahkan peradangan saluran pencernaan akibat iritasi dari residu pembakaran.
5. Penurunan Kandungan Gizi Makanan
Penggunaan minyak berulang kali tidak hanya membahayakan, tetapi juga mengurangi kandungan gizi makanan. Vitamin dan antioksidan dalam makanan dapat hancur akibat panas berlebihan sehingga kualitas nutrisi makanan pun menurun drastis.
Selain mengancam kesehatan tubuh, minyak jelantah yang dibuang sembarangan juga berdampak buruk pada lingkungan. Ketika dilepas ke saluran air atau tanah, minyak ini sulit larut dan dapat membentuk lapisan yang memperlambat penyerapan oksigen ke dalam air. Akibatnya, pencemaran lingkungan dan penyumbatan saluran air yang bisa menyebabkan banjir menjadi tak terhindarkan.
Demi kesehatan tubuh dan kelestarian lingkungan, ada baiknya mulai mengganti kebiasaan menggunakan minyak jelantah dengan metode memasak yang lebih aman. Berikut beberapa langkah mudah untuk mengurangi penggunaannya:
1. Gunakan minyak goreng tidak lebih dari dua kali pemakaian.
2. Beralih pada cara memasak yang lebih sehat, seperti mengukus, merebus, atau memanggang.
3. Hindari membuang minyak jelantah ke saluran atau tanah secara langsung. Simpanlah dalam wadah tertutup, lalu serahkan ke tempat penampungan atau pusat daur ulang agar dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar biodiesel atau produk lainnya.
Langkah-langkah ini tidak hanya membantu menjaga kesehatan Anda tetapi juga mendukung upaya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.