Harga Ikan Pasar Serui Stabil Meski Cuaca Buruk

  • 05 Feb 2025 03:56 WIB
  •  Serui

KBRN,Serui: Harga ikan di Pasar Serui tetap stabil meski cuaca buruk melanda wilayah sekitarnya, berbeda dengan kenaikan harga yang terjadi di beberapa kota lain, termasuk Kabupaten Kepulauan Yapen. Hal ini disampaikan oleh Zeth Ayorbaba, salah satu pedagang ikan di pasar tersebut, yang mengungkapkan bahwa meskipun angin kencang dan gelombang laut meningkat selama beberapa hari terakhir, harga ikan di pasar Serui tetap terjaga.

“Cuaca buruk yang terjadi di Serui, dengan angin kencang dan gelombang laut tinggi, seharusnya dapat mempengaruhi harga ikan, karena pasokan ikan bisa terhambat. Namun, kami tetap berupaya menjaga harga tetap stabil,” ujar Zeth Ayorbaba, pedagang ikan yang sudah berpengalaman di pasar Serui.

Di Pasar Serui, harga ikan bervariasi tergantung pada jenis dan ukuran ikan, dengan kisaran harga antara Rp20.000 hingga Rp200.000. Harga ikan seperti ikan tongkol, ikan kerapu, dan ikan tuna masih terbilang terjangkau, meskipun cuaca buruk yang melanda beberapa hari ini sempat menambah tantangan bagi para nelayan dan pedagang.

Zeth juga menambahkan bahwa meskipun gelombang laut dapat mempengaruhi hasil tangkapan ikan, sebagian besar nelayan di Serui masih bisa beroperasi, sehingga pasokan ikan tetap stabil. Pedagang-pedagang lain juga tetap menjaga harga yang bersaing, dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa membuat harga melonjak tinggi.

Situasi ini menjadi perhatian banyak pihak, mengingat kondisi cuaca ekstrem yang melanda beberapa daerah di Papua dan sekitarnya. Di kota-kota lain seperti Jayapura, harga ikan mengalami lonjakan signifikan, yang disebabkan oleh cuaca buruk yang mengganggu jalur distribusi.

Namun, keberhasilan para pedagang ikan di Serui dalam menjaga kestabilan harga ini patut diapresiasi, karena memberikan kenyamanan bagi konsumen yang bergantung pada bahan makanan laut dengan harga terjangkau. Harapannya, stabilitas harga ikan ini bisa terus terjaga meski tantangan cuaca buruk masih mengancam.

Rekomendasi Berita