Yayasan Tangan Pengharapan Hadir SD YPK Immanuel Ambai
- 03 Mar 2026 15:58 WIB
- Serui
RRI.CO.ID, Serui – Wakil Ketua II Komisi C DPRK Kabupaten Kepulauan Yapen, Rian Hendrik, mendampingi kehadiran dua guru dari Yayasan Tangan Pengharapan di SD YPK Immanuel Ambai, Senin 2 Maret 2026. Kehadiran tenaga pengajar tersebut menjadi jawaban atas keterbatasan guru di sekolah yang selama lima tahun terakhir hanya ditangani tiga tenaga pendidik untuk puluhan siswa.
Kehadiran guru Tangan Pengharapan merupakan tindak lanjut dari kunjungan Anggota DPRK Rian Hendrik bersama 2 Guru tangan pengharapan sebelumnya pada 6 Februari 2026. Saat itu tercatat SD YPK Immanuel Ambai memiliki sekitar 93 siswa yang dibimbing oleh tiga tenaga pendidik, terdiri dari satu guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan dua guru honorer. AdapunDua guru yang akan tinggal dan mengajar di Kampung Ambai yakni Jerlin Dewana dan Jeane Marlessy.
Kepala SD YPK Immanuel Ambai, Linus Yowei, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran para guru dari Yayasan Tangan Pengharapan.
“Saya selaku pimpinan SD YPK Immanuel Ambai mengucapkan terima kasih pertama kepada Tuhan, dan selanjutnya kepada Yayasan Tangan Pengharapan yang secara sukarela membantu proses belajar mengajar di sekolah kami,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini jumlah siswa di sekolah tersebut mencapai 93 orang. Selama lima tahun terakhir, proses belajar mengajar hanya ditangani dua guru honorer dan satu kepala sekolah.
“Lewat penantian panjang dan doa, kami bersyukur akhirnya ada jawaban melalui kehadiran Yayasan Tangan Pengharapan,” tambahnya.
Linus juga berharap masyarakat dapat menjaga dan mendukung para guru agar merasa aman dan nyaman selama bertugas di Kampung Ambai. Koordinator Guru Tangan Pengharapan Wilayah Yapen, Jeane Marlessy, menjelaskan bahwa Yayasan Tangan Pengharapan merupakan lembaga non-profit yang bergerak di bidang pendidikan, keagamaan, dan kemanusiaan tanpa mencari keuntungan.
Yayasan yang didirikan oleh Yoanes Kristianus dan Henny Kristianus pada 2007 tersebut hadir untuk menjawab kebutuhan pendidikan di daerah pedalaman Indonesia, terutama dalam penguatan kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung.
“Tangan Pengharapan lahir dari kerinduan anak bangsa untuk membantu masyarakat keluar dari keterbatasan akses pendidikan, sehingga generasi penerus dapat memiliki masa depan yang lebih baik,” jelasnya.
Ia menambahkan, tujuan kehadiran Tangan Pengharapan di SD YPK Immanuel Ambai karena minimnya tenaga pengajar, agar anak-anak tidak lagi tertinggal dalam proses belajar yang semestinya mereka terima. Sementara itu, Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Yapen, Marinus Manufandu, S.Pd., M.H., berharap masyarakat dapat menerima dan menjaga para guru yang datang.
“Kami bersyukur teman-teman Tangan Pengharapan dapat membantu mengatasi kekurangan guru di sekolah ini. Dukungan masyarakat sangat dibutuhkan agar mereka dapat mengajar dengan aman dan nyaman,” katanya.
Anggota DPRK Kepulauan Yapen, Rian Hendrik, menegaskan bahwa kehadiran Yayasan Tangan Pengharapan merupakan bentuk aspirasi masyarakat yang dipercayakan kepadanya sebagai wakil rakyat di Komisi C yang membidangi pendidikan. Ia menyebut, upaya menghadirkan guru relawan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawabnya dalam memperjuangkan kebutuhan pendidikan masyarakat. Rian juga menegaskan bahwa Yayasan Tangan Pengharapan hadir secara murni sukarela dan tidak dibiayai oleh pemerintah daerah.
“Yayasan ini hadir tanpa pembiayaan dari pemerintah, seluruhnya didukung oleh yayasan. Karena itu saya meminta dukungan seluruh masyarakat untuk bersama-sama membantu para guru demi peningkatan mutu pendidikan di Kepulauan Yapen,” ujarnya.
Ia berharap ke depan program serupa dapat diperluas ke distrik-distrik lain di wilayah Kepulauan Yapen yang masih mengalami kekurangan tenaga pendidik.