5 Alasan Gen Z Tidak Punya Tabungan
- 28 Jan 2026 08:37 WIB
- Serui
RRI.CO.ID, Serui - Generasi Z sering mendapat stigma sebagai generasi yang sulit menabung. Padahal, kondisi ekonomi dan sosial yang mereka hadapi jauh berbeda dibanding generasi sebelumnya. Ada beberapa faktor utama yang membuat menabung menjadi tantangan besar bagi Gen Z.
Pertama, biaya hidup yang semakin tinggi. Harga kebutuhan pokok, sewa tempat tinggal, hingga transportasi terus naik, sementara gaji awal yang diterima Gen Z sering kali belum sebanding. Akibatnya, sebagian besar penghasilan langsung habis untuk kebutuhan sehari-hari.
Kedua, penghasilan yang belum stabil. Banyak Gen Z bekerja sebagai freelancer, pekerja kontrak, atau gig worker dengan pendapatan tidak tetap. Ketidakpastian ini membuat mereka lebih fokus bertahan hidup daripada menyisihkan uang untuk tabungan.
Ketiga, pengaruh gaya hidup dan media sosial. Tren nongkrong, traveling, dan belanja online mudah diakses dan terus dipromosikan. Tekanan sosial untuk “tidak ketinggalan” sering membuat Gen Z sulit mengontrol pengeluaran.
Keempat, kurangnya literasi keuangan. Tidak semua Gen Z mendapat edukasi tentang cara mengatur keuangan, menabung, atau berinvestasi sejak dini. Tanpa pemahaman yang cukup, uang cenderung habis tanpa perencanaan.
Kelima, prioritas pada pengalaman dibanding aset. Banyak Gen Z lebih memilih menghabiskan uang untuk pengalaman, seperti konser atau liburan, karena dianggap lebih bernilai secara emosional daripada menabung dalam jangka panjang.
Minimnya tabungan Gen Z bukan semata karena gaya hidup, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, pola kerja, dan kurangnya edukasi keuangan. Dengan dukungan yang tepat, kebiasaan menabung tetap bisa dibangun sejak dini.