TMMD Reguler ke-129 Kodim 0708/Purworejo, Merawat Asa di Ketinggian Bukit Bruno

  • 13 Agt 2026 18:40 WIB
  •  Semarang

Goresan Semen Pengubah Takdir Jalur Perbatasan

Sasaran fisik utama yang menjadi prioritas dalam TMMD kali ini adalah pembangunan infrastruktur jalan penghubung berupa rabat beton. Tak main-main, volume jalan yang dibangun mencapai panjang 1.392 meter dengan lebar 4 meter dan ketebalan semen 0,15 meter.

Jalur ini membentang membelah perbukitan, menghubungkan Desa Watuduwur dengan wilayah perbatasan Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo. Lokasi pembangunan berada di kawasan perbukitan yang terjal dan naik-turun, sehingga menyulitkan akses kendaraan pengangkut material mendekati titik sasaran utama.

Proses pelangsiran material seperti pasir, batu split, dan semen menguras banyak tenaga karena harus melewati jalur menanjak yang sempit. Namun, rintangan itu tidak menyurutkan semangat juang di lapangan.

Satgas TMMD Reguler ke1-29 bersama warga saat melakukan pengerjaan pengecoran jalan.(Foto: RRI/Agus Sulistya)

Warga Desa Watuduwur yang turut membantu pengerjaan pengecoran jalan, Sabar mengaku sangat bangga dapat terlibat langsung. "Kami sangat antusias membantu,” ungkapnya.

Menurutnya, program TMMD sangat bermanfaat bagi warga Desa Watuduwur. “Jalan yang dibangun nantinya akan mempermudah aktivitas masyarakat, kami bersama TNI akan terus bergotong royong hingga seluruh pekerjaan selesai," ucapnya dengan penuh semangat.

Komandan Satgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0708/Purworejo, Letkol Inf Ketut Hendra Budihardja, menegaskan komitmen korps loreng dalam membuka gerbang isolasi ini. "TMMD bukan sekadar membangun jalan, tetapi membuka jalan perubahan bagi masyarakat desa,” ujarnya.

Dengan akses yang lebih baik, ia berharap mobilitas warga semakin lancar. Perekonomian pun meningkat, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terwujud.

“Kehadiran TNI melalui TMMD adalah bentuk pengabdian kepada rakyat. Kolaborasi antara personel Satgas dan warga menjadi modal utama dalam menyelesaikan setiap sasaran program secara tepat waktu dan berkualitas," ujarnya dengan tegas.

Guna menjaga kualitas jalan beton dari gerusan air hujan pegunungan, dibangun pula sistem drainase pelengkap. Pemasangan saluran air menggunakan beton pracetak atau Drainase U-Ditch dikerjakan sepanjang 188 meter dengan lebar 0,60 meter dan dalam 0,50 meter.

Saluran ini berfungsi mengalirkan limpahan air hujan agar tidak merusak struktur jalan beton yang baru selesai dibangun, didukung pembangunan fisik tambahan berupa 1 unit Poskamling di Dusun Pasuruan RT 01/02.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....