Dari Bidan dan Kru Kapal Pesiar, Menjadi Pelita Keuangan Masyarakat Desa

  • 12 Jun 2026 23:58 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Bangkalan – Hari Jum’at menjelang siang, 12 Juni 2026, sinar matahari jatuh miring di depan pintu rolling berwarna kuning cerah dengan garis hijau dan merah yang mencolok. Dari luar, kios kecil itu tampak sederhana, namun begitu melangkah masuk, suasana terasa hidup. Cat tembok hijau muda memberi kesan segar, seolah menyambut setiap warga yang datang dengan ramah.

Di balik meja biru bertuliskan “Dekat, Aman, Canggih”, Safitri Romadhani sibuk melayani warga. Seorang bapak berkemeja biru dan bermasker menyerahkan uang untuk transaksi, sementara seorang ibu berhijab cokelat dengan bordir bunga putih menunggu giliran dengan sabar. Printer berdetak, mesin EDC berbunyi pelan, dan senyum ramah Safitri mengiringi setiap bukti pembayaran yang diserahkan.

Safitri sedang meyani seorang ema-emak yang sedang melakukan transaksi tarik tunia

Suara percakapan ringan berpadu dengan deru kendaraan di luar Jalan Raya Desa Macajah, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, Madura, menciptakan harmoni khas desa yang dinamis. Di tempat ini, uang berpindah tangan, tetapi yang lebih berharga adalah kepercayaan yang tumbuh di antara masyarakat. AgenBRILink bukan sekadar ruang transaksi, melainkan jembatan harapan dari kebutuhan sehari-hari warga hingga impian masa depan.

BACA JUGA: Kisah BRILink Murah Jaya Langsung Melejit Kelas Juragan

Di barat kantor Bank BRI, berdiri sebuah toko sederhana dengan spanduk besar yang seolah berteriak kepada setiap orang yang melintas: “Di sini ada Agen BRILink.” Toko itu bukan sekadar tempat transaksi, melainkan panggung perjuangan sepasang suami istri, Safitri Romadhani (34) dan Mochammad Faisol (35), yang menyalakan harapan baru bagi masyarakat desa.

Awal Perjalanan

Safitri, yang dulu menolong kehidupan lahir sebagai bidan di Puskesmas, kini menolong masyarakat lahir dalam akses keuangan. Faisol, yang pernah mengarungi samudra sebagai kru kapal pesiar, kini mengarungi tantangan usaha di darat.

“Saya mulai jadi agen sejak 2019, tapi belum fokus,” ujar Safitri singkat.

Titik balik datang pada tahun 2020, setelah ia menikah dengan Faisol.

“Setelah menikah, kami sepakat untuk serius,” tambahnya.

BACA JUGA: Tak Lulus SD, Perempuan Desa Sukses Pertahankan Agen BRILink Kelas Juragan

Tantangan Awal

Modal seadanya membuat langkah terasa berat. Transaksi harian hanya lima hingga belasan.

“Sehari jaga toko, kadang cuma lima orang datang,” kenang Safitri.

Cerita lucu pun hadir. Sebelum memiliki mesin sendiri, setiap nasabah yang ingin tarik tunai harus diantar ke ATM sebelah.

“Untung ATM-nya dekat, jadi bisa cepat,” kata Faisol sambil tersenyum.

Selain itu, kendala sinyal dan “bad data” yang membuat saldo nasabah terpotong namun tidak masuk menjadi ujian tersendiri.

“Kalau saldo nyangkut, kami harus sigap,” ucap Safitri dengan penuh keyakinan.

BACA JUGA: Jawara BRILink Pulau Mandangin Mengubah Hidup Warga Pesisir

Muhammad Faisol sedang melayani empat warga yang sedang antri untuk melakukan transaksi

Strategi dan Dukungan

Promosi dilakukan dengan segala cara banner besar di depan toko, umbul-umbul, hingga media sosial seperti WhatsApp, Facebook, dan Instagram.

“Banner segede gaban, biar orang lewat tahu,” kata Faisol.

Dukungan keluarga pun menjadi pondasi kokoh. Orang tua, saudara, hingga anak-anak ikut menopang, baik dengan semangat maupun dana talangan ketika modal terbatas.

“Keluarga jadi penopang juga sih,” ujar Safitri.

Pertumbuhan dan Apresiasi

Perlahan, usaha kecil itu tumbuh. Dari lima transaksi sehari, kini mencapai 250 hingga 300 transaksi per hari ia rasakan grafiknya mulai di tahun kedua berjalan dan sampai saat ini ber bertahan di kelas “Juragan”. Dari sekadar menjaga toko, kini menjadi pusat layanan keuangan yang dipercaya masyarakat.

BACA JUGA: Jejak Ragu yang Berbuah Jawara: Kisah Agen BRILink Syarifah

Apresiasi pun datang dari BRI Bangkalan, hadiah uang tunai, door prize, hingga kesempatan menghadiri pertemuan agen tingkat nasional di Jakarta. Puncaknya, mereka mendapat pengalaman langka menonton langsung pertandingan sepak bola Indonesia melawan Argentina.

“Itu kebanggaan tersendiri, dan dulu saya hadapi ombak, kini tantangan usaha. Sama-sama butuh keberanian.” kata Faisol sambari mengenang berjalanan usahanya yang dirintis berdua sama istrinya.

Safitri kembali menambahkan. “Awalnya berat, tapi amanah membuat masyarakat itu percaya.”

Infografis Agen BRILink Safitri Romadhani

Suara Nasabah

Usai melakukan transaksi tarik tunai, Hamdalah, salah seorang warga setempat, menyampaikan kesannya.

“Sekarang cukup di sini, dekat rumah, cepat, dan aman. Yang punya juga kenal untuk risiko kemungkinan besar tidak ada,” ucapnya dengan lirih dan sidikit memalingkan mukanya usai transaksi dan segera beranjak pulang.

Suara BRI

Satria Maulana, Petugas Penunjang Bisnis Keagenan (PPBK) BRI BO Bangkalan, memberikan apresiasi khusus.

“Untuk agen Safitri, saya sangat berterima kasih atas kerja kerasnya. Agen ini mampu bertahan sebagai kelas juragan. Harapan saya, semoga tetap konsisten menjaga kinerja.”

Transaksi TKI

Tak hanya warga lokal, agen ini juga menjadi jembatan bagi para pekerja migran.

“Ada mas TKI dari Arab Saudi dan Malaysia, kirim uang ke keluarganya. Mereka tarik tunainya pasti di toko saya,” tutur Safitri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....