Bukan Cuma Pesut, Keramahan Warga Jadi Magnet Wisata Desa Pela
- 10 Agt 2026 12:57 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Kutai Kartanegara — Pesut Mahakam menjadi salah satu alasan wisatawan datang ke Desa Pela, Kabupaten Kutai Kartanegara. Namun, keramahan masyarakat menjadi pengalaman lain yang justru meninggalkan kesan bagi pengunjung.
Rintik gerimis mengiringi perjalanan menuju Desa Wisata Pela yang ditempuh sekitar tiga jam dari Samarinda melalui jalur darat. Perjalanan kemudian dilanjutkan menggunakan perahu motor atau long boat sekitar 10 menit hingga tiba di dermaga desa.
Setibanya di Desa Pela, pengunjung disambut warga dengan senyum dan sapaan hangat. Suasana tersebut membuat perjalanan wisata terasa berbeda karena wisatawan tidak hanya menikmati alam, tetapi juga berinteraksi langsung dengan kehidupan masyarakat setempat.
Salah seorang pengunjung, Chella, mengaku terkesan dengan keramahan warga Desa Pela sejak pertama kali tiba. Menurutnya, sambutan masyarakat membuat wisatawan merasa nyaman dan diterima. “Yang paling berkesan buat saya justru keramahan masyarakatnya. Dari datang sampai berkeliling desa, warga menyambut dengan ramah dan membuat kami merasa seperti bukan orang asing,” ujar Chella.
Chella menilai pengalaman berkunjung ke Desa Pela menjadi lebih lengkap karena wisatawan dapat melihat langsung kehidupan masyarakat sekaligus menikmati potensi wisata yang ada. “Bukan hanya datang untuk melihat pesut, tetapi kita juga bisa merasakan kehidupan masyarakat di sini. Suasananya sederhana, tetapi justru itu yang membuat pengalaman berwisata menjadi berkesan,” katanya.
Desa Pela sendiri dikenal sebagai habitat Pesut Mahakam, mamalia air tawar yang menjadi ikon Sungai Mahakam. Namun, daya tarik desa tidak hanya terletak pada keberadaan pesut.
Wisatawan juga dapat menikmati pengalaman berbasis masyarakat, seperti menyantap makanan olahan warga, termasuk iwak karing hasil tangkapan nelayan setempat, serta berkeliling desa menggunakan sepeda yang telah disediakan.
Sepanjang perjalanan, wisatawan dapat melihat aktivitas masyarakat secara langsung, mulai dari warga menjemur ikan hingga berinteraksi di halaman rumah. Sapaan dan lambaian tangan warga menjadi bagian sederhana yang memperkuat suasana ramah di desa tersebut.
Keramahan itu menjadi bagian dari penerapan Sapta Pesona yang mencakup aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan.
Bagi Chella, pengalaman tersebut menjadi nilai tambah yang membuat Desa Pela memiliki daya tarik tersendiri dibandingkan sekadar wisata alam. “Kalau datang ke sini, kita bukan hanya mendapatkan pemandangan atau melihat pesut. Kita juga mendapatkan pengalaman bertemu masyarakat yang ramah. Itu yang menurut saya membuat Desa Pela layak untuk dikunjungi lagi,” ucapnya.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kekuatan Desa Pela tidak hanya berada pada Pesut Mahakam dan lingkungan alamnya. Keterlibatan serta keramahan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman wisata yang berkesan.
Ketika pesut menjadi alasan wisatawan datang, keramahan warga Desa Pela menjadi salah satu alasan untuk kembali. ( Penulis Cheny Armadhini)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....