Tujuan Besar Pelaksanaan Paser ITTC 2026 untuk Gaungkan Sport Tourism

  • 09 Jul 2026 20:23 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Paser - Dalam mematangkan segala persiapan penyelenggaraan Paser International Table Tennis Championhsip (ITTC) 2026, Pengcab Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Paser bersama Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Paser, melakukan rapat koordinasi yang dilaksanakan pada Kamis 9 Juli 2026, di Ruang Rapat Sadurengas, Tanah Grogot.

Dalam rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh Bupati Paser Fahmi Fadli, didampingi Asisten Kesra Setda Paser Romif Erwinadi, dan Kepala OPD, sponsor, panitia penyelenggara, serta PWI Paser.

Penyelenggaraan event tenis meja skala internasional yang pertama kali digulirkan di Kabupaten Paser ini rencananya mulai digulirkan pada 20-26 Juli 2026 di GOR Sadurengas, Tapis.



Di mana, sementara terkonfirmasi ada atlet tenis meja 3 negara yang siap hadir, seperti Malaysia, Filipina, dan Kamboja, serta atlet lokal se-Kaltim. Sementara Korea Selatan dan Jepang masih dalam tahap komunikasi lebih lanjut.

Bupati Paser Fahmi Fadli menyampaikan tujuan besar dibalik penyelenggaraan olahraga level internasional tersebut untuk menggaungkan sport tourism sekaligus memperkenalkan Kabupaten Paser secara luas.

"Jadi bukan saja kami ingin melaksanakan pertandingan tapi juga kami ingin mengenalkan Paser, menggali PAD dan juga membantu peningkatan ekonomi masyarakat melalui UMKM yang ada di Kabupaten Paser," kata Fahmi Fadli.

Menurutnya melalui event yang tidak main-main ini akan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat khususnya pelaku UMKM, sebab dari data BPS yang diterima, Fahmi menyebut pada tri semester pertama pertumbuhan ekonomi Paser tumbuh baik hingga 3,6 persen dibandingkan dengan kabupaten/kota lain.

"Kami yakin dengan adanya event-event seperti ini pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Paser itu akan lebih baik lagi," ucapnya.

Kemudian, Fahmi juga menyampaikan arahan kepada Kepala Dinas yang bersangkutan, juga kepada pihak Event Organaizer (EO), agar benar-benar memastikan event perdana ini bisa berjalan lancar.

Namun yang menjadi sorotannya adalah menyangkut visa bagi atlet luar negeri yang berpotensi menjadi kendala saat tiba di Badara Sepinggan Balikpapan.

Kendati demikian, setelah mendengar penyampaian dari perwakilan Kantor Imigrasi Balikpapan, Fahmi sangat mengapresiasi atas dukungan penuh terhadap penanganan atlet luar saat dibandara nanti.

Hal ini bisa menjadi kendala, sebab untuk atlet luar memerlukan visa C8A, sedangkan untuk pelatih maupun ofisial memerlukan visa C8B.

"Karena kebanyakan para atlet internasional ini datang ke Indonesia dengan visa yang bukan seperti yang disebutkan," ujar Fahmi.

Agar dari awal sampai akhir open turnamen ini berjalan lancar tanpa kendala, orang nomor satu di Bumi Paser itu sangat mengharapkan kerja samanya terhadap semua unsur yang terlibat.

"Karena kami khawatirnya mereka sudah jauh-jauh terbang dari luar negeri dengan susah payah sampai ke Paser enggak bisa main kan kasihan. Jadi tolong mohon bantuannya dan karena ini juga merupakan pertandingan perdana bagi kami untuk internasional mohon dengan sangat bantuannya khususnya untuk persoalan keimigrasian," ucapnya.

Bupati Paser pun diketahui nantinya bakal ikut ambil bagian dalam event bergengsi tersebut dengan turun pada kategori tunggal putra kelas veteran dan ganda putra.



Fahmi berharap perhelatan skala internasional perdana ini bisa sukses terselenggara tanpa kendala apapun.

Sebab, sejak launching event beberapa bulan lalu, GOR Sadurengas yang menjadi venue pertandingan tengah dalam tahap revitalisasi secara keseluruhan dengan memakan anggaran miliaran rupiah.

Sehingga, ini pun menjadi bentuk keseriusan Kabupaten Paser sebagai tuan rumah pengelenggara ITTC 2026, sekaligus menyambut pelaksanaan Porprov Kaltim VIII/2026 yang bakal bergulir pada November mendatang.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....