Dinas Pariwisata Kutim Akui Akses Jalan Jadi Penghambat Kunjungan Wisatawan

  • 30 Apr 2026 11:23 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Kutai Timur - Akses jalan masih menjadi tantangan utama dalam pengembangan dan promosi wisata di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Menurut Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Timur, Khairunisanur, kondisi jalanan yang sulit dilalui membuat wisatawan berpikir dua kali untuk mengunjungi tempat tersebut.

“Banyak sekali daerah yang bisa kita promosikan, tapi kendala utamanya itu akses jalan karena memang wilayah Kutim ini luas sekali,” ujarnya wanita yang juga akrab disapa Nisa kepada rri.co.id, dikutip pada Kamis, 30 April 2026.

Tak hanya soal jalan, ia menuturkan, beberapa destinasi wisata bahkan berada di kawasan hutan lindung, sehingga tidak bisa sembarangan dikembangkan atau dibuka untuk umum tanpa izin khusus. Hal ini menjadi pertimbangan bagi Dispar, karena pengembangan wisata harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan habitat di sekitarnya.

Menurut Nisa, kendala akses ini berdampak langsung pada strategi promosi. Sebab, dalam memasarkan destinasi wisata, aspek aksesibilitas, fasilitas, kenyamanan, dan keamanan menjadi pertimbangan utama bagi wisatawan.

Jika akses menuju lokasi sulit, dikhawatirkan akan menurunkan minat kunjungan, terutama bagi wisatawan keluarga yang menjadi salah satu target pasar di Kutai Timur.

“Kita harus bisa menjelaskan aksesnya seperti apa, fasilitasnya apa, kenyamanannya bagaimana. Nah, kita masih terkendala di situ,” kata Nisa.

Ia menambahkan, kondisi ini juga berpotensi memengaruhi pengalaman wisatawan. Ketika promosi dilakukan, tetapi akses di lapangan belum mendukung, hal itu bisa menimbulkan persepsi negatif. “Takutnya orang datang, tapi ternyata akses jalannya susah,” ujarnya, menambahkan.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur kini mulai menyiapkan langkah untuk mengatasi persoalan tersebut melalui pengembangan akses wisata yang masuk dalam program prioritas daerah.

“Sudah mulai, itu masuk dalam program pengembangan wisata dari tahun 2025 sampai 2030 dalam program unggulan Bupati,” ucap Nisa, mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....