Kampung Tenun Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Terpadu Susur Mahakam

  • 01 Apr 2026 14:38 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda terus mematangkan konsep pengembangan Kampung Tenun sebagai destinasi wisata terpadu yang terhubung langsung dengan jalur Sungai Mahakam. Kawasan ini diproyeksikan menjadi titik singgah strategis bagi wisatawan program Susur Mahakam sekaligus memperkuat identitas kota berbasis budaya.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkot Samarinda, Marnabas Patiroy, mengatakan pengembangan Kampung Tenun telah dirancang sejak beberapa tahun terakhir dan kini semakin dimatangkan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Bank Indonesia.

Ia menjelaskan, penataan kawasan dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan identitas visual. Rumah-rumah warga akan didesain dengan sentuhan motif tenun khas Samarinda agar wisatawan langsung merasakan karakter budaya setempat sejak memasuki kawasan.

“Kita ingin kawasan ini benar-benar mencerminkan Kampung Tenun. Rumah-rumah akan memiliki ciri khas motif tenun, sehingga branding kawasan semakin kuat,” ujarnya, Selasa 31 Maret 2026 di Samarinda.

Selain penataan kawasan, pemerintah juga merencanakan pembangunan dermaga sebagai pintu akses bagi wisatawan yang mengikuti perjalanan Susur Mahakam. Kehadiran dermaga dinilai penting untuk mengintegrasikan Kampung Tenun dengan jalur wisata sungai yang selama ini menjadi daya tarik utama kota.

Dengan adanya konektivitas tersebut, wisatawan diharapkan tidak hanya melintas, tetapi juga singgah untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat, berbelanja produk tenun, serta menikmati suasana budaya lokal.

“Kita berharap wisatawan yang datang ke Teras Samarinda bisa diarahkan singgah ke Kampung Tenun, sehingga kawasan ini hidup sepanjang hari,” katanya.

Aktivitas ekonomi masyarakat diproyeksikan akan meningkat seiring dengan bertambahnya kunjungan wisatawan, baik pada siang maupun malam hari. Kehadiran fasilitas pendukung, termasuk akses ke tempat ibadah seperti Masjid Siratal Mustaqim, juga menjadi bagian dari konsep wisata yang ramah dan inklusif.

Di sisi lain, Pemkot Samarinda turut mendorong peningkatan konektivitas menuju berbagai destinasi wisata pendukung. Akses menuju Bandara APT Pranoto dan kawasan budaya lainnya akan terus diperbaiki guna mempermudah mobilitas wisatawan.

Marnabas menilai, konsep wisata terintegrasi menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi Kampung Tenun, tidak hanya sebagai pusat kerajinan, tetapi juga sebagai destinasi wisata budaya yang memberikan pengalaman lengkap bagi pengunjung.

Melalui pengembangan ini, Kampung Tenun diharapkan menjadi ikon baru pariwisata Samarinda yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....