Bontang Menuju Peradaban Teknologi dan Pariwisata Berkelanjutan

  • 19 Des 2025 18:40 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Sosialisasi perubahan status Sekolah Tinggi Teknik (STITEK) Bontang menjadi Universitas Sains dan Teknologi Bontang menjadi momentum penting bagi arah pembangunan Kota Bontang ke depan.

Kegiatan yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan strategis dari pusat hingga daerah, Kamis (18/12/2025).

Hadir dalam acara tersebut antara lain Direktur Jenderal Kelembagaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Ketua Komisi X DPR RI, Ketua Komisi I DPD RI, Wali Kota Bontang, civitas akademika STITEK Bontang, Ketua DPC Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) Kota Bontang, serta para undangan lainnya. Kehadiran lintas sektor ini menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menyiapkan masa depan pendidikan dan pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mengangkat visi Bontang sebagai Kota Peradaban Teknologi dan Pariwisata Berkelanjutan. Ia menilai Bontang memiliki potensi besar sebagai kota industri dan jasa yang didukung kemajuan teknologi, sekaligus kekayaan sektor pariwisata yang beragam.

“Bontang memiliki peluang besar untuk tumbuh sebagai kota peradaban teknologi dan pariwisata berkelanjutan, karena kekuatan industrinya dapat berjalan seiring dengan pengembangan pariwisata alam, seni budaya, kuliner, hingga wisata buatan,” ujar Hetifah dalam sambutannya.

Ia juga menekankan, ketergantungan pada sektor industri pengolahan sumber daya alam memiliki keterbatasan waktu. Oleh karena itu, menurutnya, Bontang perlu mulai mempersiapkan sektor pariwisata berkelanjutan yang mampu merangkum berbagai sektor lain seperti seni budaya, UMKM, kuliner, dan potensi alam.

Hetifah mendorong Pemerintah Kota Bontang untuk menyusun cetak biru (blue print) pariwisata berkelanjutan yang mencakup penataan dan pemeliharaan aset pariwisata, baik alam, buatan, maupun wisata industri. Selain infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia berbasis Sapta Pesona dinilai menjadi kunci utama keberhasilan pariwisata.

Menurutnya, pembangunan pariwisata yang hanya berorientasi pada infrastruktur tanpa diimbangi kesiapan SDM berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif. Infrastruktur yang telah dibangun bisa tidak terawat bahkan kehilangan nilai manfaat jika tidak didukung mentalitas dan budaya pelayanan yang baik.

Menanggapi hal tersebut, DPC MASATA Kota Bontang menyatakan kesiapan untuk menjadi mitra strategis Pentahelix yang melibatkan unsur pemerintah, bisnis atau industri, akademisi, komunitas, dan media. Melalui Program Wisata Industri Bontang berbasis edukasi dan pengembangan SDM, MASATA menilai gagasan Kota Peradaban Teknologi dan Pariwisata Berkelanjutan sejalan dengan kebutuhan pembangunan jangka panjang daerah.

Ketua DPC MASATA Kota Bontang, Eko Satrya, menegaskan bahwa peradaban teknologi dan pariwisata berkelanjutan memiliki keterkaitan yang erat dan saling mempengaruhi. “Teknologi dapat menjadi pendorong utama praktik pariwisata yang lebih berkelanjutan, sekaligus menghadirkan tantangan baru yang harus diantisipasi bersama,” ujarnya.

Dengan kolaborasi lintas sektor dan perencanaan yang matang sejak dini, berbagai pihak berharap Kota Bontang mampu bertransformasi menjadi kota yang tidak hanya kuat secara industri, tetapi juga berdaya saing dalam pengembangan teknologi dan pariwisata berkelanjutan untuk masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....