PHRI Soroti Kesiapan Akomodasi Pariwisata Kota Bontang

  • 05 Nov 2025 08:56 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kalimantan Timur menyoroti kesiapan infrastruktur akomodasi di Kota Bontang dalam menyongsong era pariwisata pascamigas. Bontang dinilai masih memerlukan tambahan investasi, khususnya untuk hotel berbintang, guna mengejar ketertinggalan dari kota-kota lain di Kaltim.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua Bidang Advokasi, Humas dan Publikasi BPD PHRI Kaltim, Bela Indi Sulistio, dalam Dialog Jelajah Negeri di Pro 1 RRI Samarinda, Sabtu (2/11/2025).

Menurut Bela, dari tiga kota utama di Kaltim, Balikpapan, Samarinda, dan Bontang, infrastruktur perhotelan di Bontang masih tertinggal jika dibandingkan dua kota lainnya.

"Dari kategori kota ini, Bontang memang untuk infrastruktur hotel masih di bawah dua kota yang lain, (yakni) Samarinda dan Balikpapan," ujar Bela.

Pernyataan ini disampaikan untuk menanggapi pertanyaan mengenai peran PHRI dalam mendukung pengembangan destinasi wisata di Bontang. Perkembangan sektor pariwisata sebagai pengganti era migas menuntut dukungan penuh dari ketersediaan akomodasi seperti hotel dan restoran yang representatif.

Bela menjelaskan bahwa pemerintah daerah menyadari adanya kesenjangan fasilitas ini. Oleh karena itu, langkah proaktif sedang diambil untuk menarik modal baru ke kota tersebut.

"Pemerintah juga sudah mulai mengajak para investor untuk bisa membangun hotel berbintang di Bontang," katanya.

Penambahan hotel berbintang ini, lanjutnya, bertujuan agar tingkat okupansi dapat memenuhi standar dan ekspektasi wisatawan yang berkunjung.

Bela menegaskan bahwa upaya ini merupakan proses kolaboratif yang terus berjalan antara pelaku usaha dan pemerintah. "Jadi ini terus terus dilakukan baik oleh pelaku usaha maupun oleh pemerintah," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....