Pelestarian Pesut Jadi Kunci Pengembangan Ekonomi Biru
- 04 Jul 2025 19:21 WIB
- Samarinda
KBRN, Kutai Kartanegara: Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur, Irhan Hukmaidy menegaskan bahwa pelestarian pesut Mahakam menjadi bagian penting dalam penguatan ekonomi biru.
Hal ini juga menjadi strategi menanggulangi pencemaran sungai yang kian mengancam ekosistem perairan.
Menurut Irhan, pendekatan ekonomi biru harus berjalan seiring dengan ekonomi hijau. Aktivitas darat yang masuk dalam sektor ekonomi hijau tetap dapat berdampak besar pada perairan dan pesisir jika tidak dikendalikan dengan baik.
“Kita tidak bisa bicara ekonomi hijau tapi mengabaikan ekonomi biru. Apa pun yang dilakukan di darat akan berdampak pada laut, termasuk pencemaran yang harus kita tanggulangi bersama,” ujarnya dalam kunjungan kerja Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq ke Desa Pela, Kamis (3/7/2025).
Irhan juga menyebut pentingnya pelibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian satwa endemik Sungai Mahakam tersebut. Salah satu bentuknya adalah penguatan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) yang aktif melakukan edukasi dan pengawasan di lapangan.
“Karena kita tidak bisa berdiri sendiri, maka harus ada stakeholder lain yang kita libatkan, salah satunya masyarakat,” ucapnyaa.
Pesut Mahakam menjadi ikon Desa Pela dan daya tarik utama bagi kunjungan wisatawan. Konsep call to action diyakini mampu menggugah kesadaran pengunjung untuk datang dan menghargai alam secara bertanggung jawab.
"Orang tidak akan datang ke Pela kalau tidak ada yang dilihat. Ikonnya ya pesut Mahakam itu. Jadi harus dijaga betul,” kata Irhan.
Desa Pela juga termasuk dalam kawasan konservasi perairan yang menjadi salah satu pilar ekonomi biru. Irhan menyebut ada lima pilar utama dalam program ini, yaitu: perluasan kawasan konservasi, penangkapan ikan berbasis kuota, pengembangan budidaya perikanan, pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan, serta pengendalian sampah plastik laut.
Kawasan konservasi kini telah ditetapkan di beberapa wilayah seperti Bontang, Berau, Paser, dan Kutai Kartanegara.
Meski hingga kini belum ada arahan teknis dari pemerintah pusat terkait penangkaran pesut secara buatan, Irhan menyebut fokus utama saat ini adalah menjaga habitat alaminya tetap lestari.
“Konservasi adalah kunci. Kata kunci ekonomi biru adalah pemanfaatan yang tetap menjaga kelestarian dan keberlanjutan lingkungan,” katanya, mengakhiri. (War)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....