Mengubah Cara Pandang Perempuan terhadap Makanan
- 05 Okt 2026 18:55 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Hubungan dengan makanan bagi sebagian orang dapat dibentuk oleh rasa takut, aturan diet, dan tekanan terhadap bentuk tubuh. Pengalaman seorang penulis menunjukkan bagaimana berburu dan mengonsumsi hasil buruan mengubah cara pandangnya terhadap makanan.
Dalam esai The Guardian, Katherine Hill menceritakan hubungan yang rumit dengan makanan sejak masa remaja. Ia menggambarkan makanan sebagai sesuatu yang kerap dikaitkan dengan penyesalan, pengendalian diri, dan keinginan mengubah bentuk tubuh. Pengalaman tersebut berlangsung hingga masa dewasa awal.
Hill menulis bahwa ia pernah mencoba berbagai cara untuk mengendalikan pola makannya. Pengalaman itu antara lain pembatasan jenis makanan dan pola intermittent fasting. Dalam kisah pribadinya, makanan tidak selalu dipandang sebagai kebutuhan, tetapi juga sebagai sesuatu yang harus diawasi secara ketat.
Perubahan cara pandang itu mulai muncul ketika Hill berburu rusa ekor putih untuk pertama kalinya di Wyoming pada 2021. Ia kemudian mengonsumsi daging dari rusa yang diburunya sendiri. Menurut Hill, pengalaman tersebut membuatnya memandang makanan sebagai sesuatu yang bernilai dan berkaitan langsung dengan kehidupan makhluk yang menjadi sumber makanan.
Hill menggambarkan bagaimana ia melihat lemak pada tubuh rusa dengan cara berbeda dari pandangannya terhadap tubuh manusia. Lemak pada hewan tersebut ia pahami sebagai bagian dari persiapan menghadapi musim dengan ketersediaan makanan yang lebih sedikit. Pengalaman itu kemudian membuatnya mempertanyakan standar tubuh yang selama ini ia gunakan untuk menilai dirinya sendiri.
Dalam esainya, Hill juga menghubungkan pengalaman tersebut dengan tekanan sosial terhadap berat badan perempuan. Ia mempertanyakan anggapan bahwa perubahan berat badan selalu harus dipandang sebagai kegagalan. Bagi Hill, pengalaman berburu membuat hubungan antara makanan, tubuh, rasa lapar, dan kehidupan terasa lebih nyata.
Persoalan hubungan dengan makanan dan tubuh juga menjadi bagian dari bidang yang ditangani psikolog klinis Hannah Carl. Profil resmi Northside Psychology Services menyebut Carl menangani persoalan citra tubuh, perfeksionisme, dan gangguan makan pada pasien remaja maupun dewasa.
UChicago Medicine menjelaskan bahwa gangguan makan dapat berkaitan dengan cara seseorang memandang makanan, berat badan, dan bentuk tubuh. Penanganannya dapat melibatkan terapi serta evaluasi medis dan psikologis. Karena itu, pengalaman personal seseorang tidak dapat secara otomatis dijadikan bukti bahwa satu metode tertentu merupakan terapi untuk gangguan makan.
Penelitian yang dikutip dalam esai Hill juga menunjukkan besarnya stigma terhadap tubuh gemuk. Studi terhadap 4.283 responden menemukan sebagian responden bersedia melakukan pengorbanan besar untuk menghindari kondisi obesitas. Temuan tersebut digunakan untuk menggambarkan bagaimana penilaian sosial terhadap berat badan dapat memengaruhi cara seseorang memandang tubuhnya.
Bagi Hill, berburu tidak sekadar menghasilkan makanan untuk dikonsumsi. Ia menilai pengalaman tersebut membuatnya lebih sadar mengenai proses memperoleh makanan, kematian, dan keterbatasan kehidupan. Namun, hubungan antara pengalaman berburu dan perubahan hubungan psikologis dengan makanan tetap merupakan pengalaman personal penulis, bukan kesimpulan medis yang berlaku umum.
Pada akhirnya, hubungan dengan makanan yang diceritakan Hill bergeser dari upaya mengendalikan tubuh menuju penghargaan terhadap makanan sebagai sumber kehidupan. Kisah tersebut membuka ruang untuk melihat kembali bagaimana masyarakat berbicara mengenai berat badan tanpa mengabaikan persoalan kesehatan. Bagi mereka yang mengalami gangguan makan atau persoalan serius terkait tubuh dan makanan, bantuan profesional tetap menjadi langkah yang lebih tepat daripada mengandalkan pengalaman orang lain.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....