BKOW Kaltim Ungkap Kunci Sukses Wanita Karier dalam Mendidik Anak
- 18 Feb 2026 20:02 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Peran perempuan sebagai ibu sekaligus wanita karier kerap dihadapkan pada tantangan membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga. Di tengah kesibukan, banyak orangtua khawatir tidak mampu mendampingi anak secara maksimal.
Padahal, dalam proses tumbuh kembang anak, kehadiran orangtua tidak selalu diukur dari lamanya waktu bersama, melainkan dari kualitas teladan yang diberikan setiap hari.
Prinsip inilah yang disampaikan Wakil Ketua III Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Kalimantan Timur, Meiliana, saat berbagi pengalaman mendidik anak di tengah aktivitasnya sebagai perempuan aktif di berbagai kegiatan sosial dan organisasi. Terutama, saat dirinya masih berkecimpung di pemerintahan dulu selama lebih dari 40 tahun.
Meiliana menuturkan, nilai-nilai kehidupan yang ia miliki saat ini tidak lepas dari peran sang ibu di masa lalu. Baginya, rumah adalah sekolah pertama, dan ibu adalah guru utama bagi anak-anaknya.
"Saya dididik langsung oleh ibu saya. Madrasah pertama saya itu ya ibu saya. Dari beliau saya belajar agama, disiplin, sampai cara berorganisasi. Ibu saya dulu Ketua Aisyiyah, jadi saya banyak belajar dari beliau,” ujar Meiliana, dalam Dialog Interaktif "Halo Kaltim" RRI Samarinda, Selasa, 17 Februari 2026.
Pandangan serupa disampaikan Wakil Ketua II BKOW Kaltim, Padilah Mante Runa. Sebagai seorang dokter yang pernah bertugas di unit gawat darurat (UGD) selama bertahun-tahun, Padilah mengaku memiliki waktu terbatas bersama keluarga. Namun, hal itu tidak menjadi penghalang dalam mendidik anak.
Sebab, ia percaya keteladanan orangtua menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter anak. Nilai-nilai baik yang ditanamkan sejak kecil, menurutnya, akan terus melekat hingga dewasa.
"Intinya itu keteladanan. Saya dokter, 24 jam bisa di rumah sakit. Tujuh setengah tahun saya di UGD. Tapi saya cari celah bagaimana tetap mendidik anak,” katanya.
Menurut Padilah, mendidik anak tidak selalu membutuhkan waktu yang banyak. Yang terpenting adalah bagaimana orang tua memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik mungkin.
“Bukan kuantitas waktu, tapi kualitas. Waktu sedikit tapi bermakna. Anak itu melihat contoh kita,” ujarnya.
Ia menekankan, orang tua harus konsisten antara ucapan dan perbuatan. Jika ingin anak disiplin beribadah dan berperilaku baik, maka orang tua harus lebih dulu memberi contoh.
Padilah pun bersyukur, pendekatan tersebut membuahkan hasil. Kedua anaknya kini berprofesi sebagai dokter dan terus menjalin kedekatan emosional dengannya.
“Kalau anak saya mau ujian, selalu telepon saya. Minta doa. Katanya doa ibu tembus langit ketujuh,” ucapnya sambil tersenyum.
Melalui pengalaman Meiliana dan Padilah, terlihat bahwa peran wanita karier dalam mendidik anak tetap dapat berjalan optimal. Keteladanan, nilai agama, dan kualitas kebersamaan menjadi kunci utama, agar anak tumbuh dengan karakter kuat meski orang tua memiliki aktivitas yang padat di luar rumah.