Indonesia Juara! Garuda Taklukkan Thailand Lewat Drama Penalti

  • 06 Okt 2026 04:49 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda– Timnas Indonesia menjadi juara pertama FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menaklukkan Thailand melalui drama adu penalti di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin, 5 Oktober.

Indonesia menang 4-2 dalam adu penalti setelah kedua tim bermain 2-2 selama 120 menit. Kemenangan ini mengakhiri penantian panjang Indonesia untuk meraih gelar bersama tim senior di turnamen resmi.

Drama final berlangsung hampir tanpa jeda. Indonesia sempat unggul, Thailand menyamakan kedudukan, lalu berbalik memimpin pada babak tambahan.

Namun, Elkan Baggott muncul pada saat paling penting untuk menyelamatkan Indonesia. Golnya pada menit ke-116 membuat skor kembali 2-2 dan memaksa pertandingan ditentukan melalui adu penalti.

90 Menit Penuh Tekanan

Indonesia langsung mengambil inisiatif sejak awal pertandingan. Luke Vickery mendapatkan peluang pada menit kedua, tetapi tendangannya masih diamankan kiper Thailand, Saranon Anuin.

Mitchell Baker kemudian mencoba peruntungan melalui tembakan jarak jauh pada menit kedelapan. Lagi-lagi Anuin menjadi penghalang.

Thailand juga tidak sekadar bertahan. Teerasak Poeiphimai mendapatkan peluang pada menit ke-17, tetapi tembakannya masih dapat diatasi Emil Audero.

Dua menit berselang, Chanathip Songkrasin mencoba memanfaatkan ruang di depan pertahanan Indonesia. Namun, tendangannya melambung di atas gawang Audero.

Indonesia kembali menciptakan peluang melalui Ole Romeny dan Kevin Diks. Namun, penyelesaian akhir belum mampu membongkar pertahanan Thailand.

Skor tanpa gol bertahan hingga turun minum. Pertandingan memasuki babak kedua dengan tekanan yang semakin besar.

Kartu Merah Mengubah Pertandingan

Indonesia terus berusaha mencari celah. Thailand beberapa kali mengandalkan serangan balik untuk membahayakan pertahanan Garuda.

Pada menit ke-69, Baker sebenarnya mendapatkan peluang besar setelah menerima umpan terobosan. Namun, penyelesaiannya melebar tipis dari gawang Anuin.

Momentum pertandingan berubah pada menit ke-81. Nicholas Mickelson menerima kartu kuning kedua setelah melakukan pelanggaran terhadap Ole Romeny di dekat kotak penalti Thailand.

Thailand harus bermain dengan sepuluh pemain. Indonesia mendapatkan tendangan bebas dari posisi yang sangat menguntungkan.

Dean James maju sebagai eksekutor.

Tendangannya mengenai tubuh Iklas Sanron dan berubah arah. Anuin terkecoh dan bola akhirnya masuk ke gawang Thailand.

Indonesia unggul 1-0 pada menit ke-84.

GBK langsung bergemuruh. Keunggulan pemain dan skor membuat Indonesia berada dalam posisi yang sangat menguntungkan.

Namun, final belum selesai.

Thailand Membalas Tiga Menit Kemudian

Thailand tidak menyerah meski bermain dengan sepuluh pemain.

Pada menit ke-87, umpan silang Seksan Ratree dari sisi kanan diteruskan Iklas Sanron dengan tembakan first time dari jarak dekat.

Audero tidak mampu menghentikan bola tersebut.

Skor berubah menjadi 1-1.

Ironisnya, Iklas menjadi pemain yang sebelumnya membuat Thailand tertinggal setelah tendangan bebas Dean James mengenai tubuhnya.

Tiga menit kemudian, pemain yang sama justru menjadi penyelamat Thailand.

Indonesia kembali mencoba menyerang pada sisa waktu normal. Namun, tidak ada gol tambahan hingga peluit panjang berbunyi.

Pertandingan pun dilanjutkan ke babak tambahan.

Indonesia Kembali Tertinggal

Memasuki perpanjangan waktu, Indonesia memiliki keunggulan jumlah pemain.

Thailand harus bertahan dengan sepuluh pemain. Indonesia kemudian meningkatkan tekanan dan mencoba memanfaatkan ruang di pertahanan lawan.

Namun, kelelahan mulai terlihat dari kedua tim.

Indonesia beberapa kali gagal memaksimalkan peluang. Thailand kemudian menemukan celah melalui serangan balik.

Pada menit ke-110, Peeradol Chamrasamee melepaskan tembakan yang menaklukkan Emil Audero.

Thailand berbalik unggul 2-1.

Situasi tersebut menjadi pukulan keras bagi Indonesia.

Bermain dengan keunggulan jumlah pemain, Garuda justru kembali tertinggal ketika pertandingan hanya menyisakan beberapa menit.

Baggott Selamatkan Indonesia

Indonesia tidak berhenti mengejar gol.

Serangan terus diarahkan ke pertahanan Thailand. Egy Maulana Vikri ikut memberikan energi baru dari sisi serangan setelah masuk pada babak tambahan.

Pada menit ke-116, peluang Indonesia akhirnya menghasilkan gol.

Rizky Ridho mengirim umpan mendatar ke area berbahaya. Elkan Baggott berada di posisi yang tepat dan menyelesaikan peluang tersebut menjadi gol.

Indonesia 2-2 Thailand.

Gol itu menghidupkan kembali GBK.

Dalam waktu tersisa, Indonesia masih mencoba mencari gol ketiga. Namun, Thailand mampu bertahan hingga pertandingan berakhir.

Setelah 120 menit, tidak ada pemenang.

Trofi pertama FIFA ASEAN Cup harus ditentukan melalui adu penalti.

Dramatis di Titik Putih

Adu penalti menjadi ujian terakhir bagi kedua tim.

Indonesia akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 4-2. Hasil tersebut memastikan Garuda menjadi juara perdana FIFA ASEAN Cup.

Kemenangan itu terasa semakin spesial karena Thailand sebelumnya menjadi lawan yang sangat sulit bagi Indonesia dalam pertandingan final.

Indonesia pernah kalah dari Thailand melalui adu penalti pada final SEA Games 1997. Pada final Piala AFF 2002 di SUGBK, Indonesia kembali bermain 2-2 sebelum kalah 2-4 melalui adu penalti.

Kali ini sejarah berubah.

Di stadion yang sama, Indonesia kembali menjalani pertandingan final melawan Thailand. Bedanya, Garuda kali ini keluar sebagai pemenang dari drama titik putih.

35 Tahun Penantian Berakhir

Gelar ini memiliki makna lebih besar bagi sepak bola Indonesia.

Sebelum final, Indonesia tercatat terakhir kali memenangkan kompetisi resmi bersama tim senior pada SEA Games 1991. Saat itu, Indonesia juga mengalahkan Thailand melalui adu penalti, dengan skor 4-3 setelah bermain 0-0 selama 120 menit.

Setelah itu, Indonesia berkali-kali mencapai final tetapi gagal menjadi juara.

Pada Piala AFF, Indonesia menjadi runner-up pada 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020. Thailand beberapa kali menjadi tim yang menghentikan perjalanan Garuda menuju trofi.

Kini, penantian itu berakhir di GBK.

John Herdman berhasil membawa Indonesia melewati Thailand dalam final yang berlangsung selama lebih dari dua setengah jam.

Menariknya, Herdman sebelumnya tidak ingin terlalu memikirkan sejarah pertemuan kedua tim.

Ia justru meminta pemain berkonsentrasi pada hal yang bisa mereka kendalikan di lapangan. Pernyataan tersebut akhirnya terbayar dengan trofi.

Final yang Penuh Perubahan Momentum

Pertandingan ini memperlihatkan betapa tipisnya jarak antara kemenangan dan kekalahan.

Indonesia unggul setelah Thailand kehilangan Mickelson. Namun, keunggulan satu pemain tidak otomatis membuat pertandingan mudah.

Thailand mampu menyamakan kedudukan. Mereka bahkan kembali memimpin pada babak tambahan.

Indonesia kemudian membutuhkan gol Baggott untuk kembali menghidupkan peluang juara.

Setelah 120 menit, mental pemain menjadi faktor penentu.

Adu penalti akhirnya berpihak kepada Indonesia.

Kemenangan tersebut sekaligus menutup perjalanan luar biasa Garuda di turnamen perdana FIFA ASEAN Cup.

Indonesia sebelumnya lolos ke final melalui kemenangan dramatis 9-2 atas Bangladesh. Mitchell Baker mencetak lima gol dalam pertandingan tersebut dan membawa Indonesia melewati Malaysia berdasarkan produktivitas gol.

Kini, setelah melewati fase grup dan final yang penuh drama, Indonesia tidak lagi sekadar mengejar sejarah.

Garuda telah menciptakan sejarah.

Di hadapan puluhan ribu pendukung di GBK, Indonesia menjadi juara pertama FIFA ASEAN Cup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....