GBK dan Si Jalak Harupat Jadi Panggung FIFA ASEAN Cup
- 15 Sep 2026 07:13 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Jakarta – Dua stadion dengan karakter berbeda akan menjadi panggung sepak bola Asia Tenggara saat FIFA ASEAN Cup 2026 digelar di Indonesia. Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) di Jakarta dan Stadion Si Jalak Harupat di Kabupaten Bandung dipercaya menjadi venue Division 1 pada edisi perdana turnamen yang digelar FIFA tersebut.
GBK membawa sejarah panjang sepak bola dan olahraga Indonesia. Stadion yang berada di kawasan Senayan, Jakarta, itu pertama kali dibuka pada 1962 untuk penyelenggaraan Asian Games ke-4. Melansir laman Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno, diketahui pembangunannya diprakarsai Presiden Soekarno sebagai bagian dari upaya menyiapkan Indonesia menjadi tuan rumah ajang olahraga internasional tersebut.
Sejarah GBK kemudian terus berkembang bersama berbagai ajang olahraga internasional. Pengelola GBK mencatat stadion tersebut menjadi lokasi pembukaan Asian Games 1962 dan kembali menjadi tempat upacara pembukaan serta penutupan Asian Games 2018. Setelah renovasi besar untuk Asian Games 2018, Stadion Utama GBK dilengkapi fasilitas berstandar internasional dan memiliki kapasitas sekitar 78.000 kursi.
Bukan hanya kapasitasnya yang membuat GBK penting. Stadion tersebut merupakan bagian dari kawasan olahraga terintegrasi Gelora Bung Karno yang dikelola Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK), satuan kerja Badan Layanan Umum di bawah Kementerian Sekretariat Negara. Kawasan GBK memiliki luas sekitar 279,1 hektare dan dilengkapi puluhan fasilitas olahraga.
Sementara, di Jawa Barat, Si Jalak Harupat membawa cerita yang berbeda. Stadion yang berada di Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, tersebut mengambil nama dari julukan pahlawan nasional Otto Iskandardinata. Pemerintah Kabupaten Bandung menjelaskan julukan “Si Jalak Harupat” melekat sebagai simbol keberanian dan ketegasan dalam membela kebenaran, sebelum kemudian diabadikan menjadi nama stadion olahraga terbesar di Kabupaten Bandung.

Stadion Si Jalak Harupat kini dikelola melalui UPTD Pengelolaan Sarana Olahraga Si Jalak Harupat di bawah Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bandung. Pemerintah Kabupaten Bandung menyebut unit tersebut bertugas mengelola, memelihara, mengamankan, serta mengoptimalkan pemanfaatan kawasan stadion dan fasilitas pendukungnya untuk olahraga prestasi, olahraga masyarakat, kegiatan kepemudaan, hingga kegiatan lainnya, seperti dikutip dari laman Dispora Bandung.
Kehadiran kedua stadion tersebut dalam FIFA ASEAN Cup 2026 memperlihatkan dua wajah infrastruktur olahraga Indonesia. GBK membawa pengalaman panjang sebagai arena berbagai pertandingan dan perhelatan olahraga internasional, sementara Si Jalak Harupat menjadi salah satu fasilitas olahraga daerah yang kini mendapat kesempatan menjadi bagian dari kompetisi FIFA. Keduanya akan menjadi venue Division 1 yang diikuti delapan negara.
FIFA ASEAN Cup 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24 September hingga 5 Oktober 2026. Division 1 di Indonesia berlangsung pada 25 September hingga 5 Oktober. Grup A yang dihuni Indonesia, Bangladesh, Malaysia, dan Singapura akan bertanding di Indonesia, sementara Grup B terdiri atas Vietnam, Pakistan, Thailand, dan Filipina.
Bagi Indonesia, pemilihan GBK dan Si Jalak Harupat bukan sekadar soal tempat pertandingan. Kedua stadion tersebut menjadi ruang yang mempertemukan sejarah, identitas daerah, infrastruktur olahraga, dan sepak bola internasional. Dari Senayan hingga Kabupaten Bandung, dua stadion itu kini mendapat peran baru sebagai bagian dari panggung perdana FIFA ASEAN Cup di Asia Tenggara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....