Drama Sembilan Gol, Indonesia Hancurkan Bangladesh dan Rebut Final
- 01 Okt 2026 21:53 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Sam rinda – Timnas Indonesia berpesta sembilan gol saat menghancurkan Bangladesh 9-2 pada FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis, 1 Oktober.
Kemenangan tersebut membawa Indonesia finis di puncak Grup A dan memastikan tiket ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Sementara itu, Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi tujuh poin serta selisih gol +9. Indonesia berada di posisi pertama karena mencetak lebih banyak gol.
Indonesia memang datang dengan satu misi besar. Garuda harus menang sekaligus mengejar produktivitas Malaysia yang sebelumnya unggul satu gol dalam selisih gol.
FIFA sejak sebelum pertandingan juga menyebut Indonesia harus memperbaiki hasil Malaysia untuk merebut posisi teratas. Kedua pertandingan dimainkan bersamaan demi menjaga persaingan tetap adil.
Tekanan itu justru membuat Indonesia tampil agresif sejak menit pertama. Mitchell Baker membuka pesta pada menit ke-11 setelah memanfaatkan umpan Ole Romeny.
Baker kembali mencetak gol pada menit ke-20. Dua gol cepat tersebut membuat Indonesia semakin percaya diri membongkar pertahanan Bangladesh.
Rizky Ridho kemudian memperlebar keunggulan pada menit ke-32. Namun Bangladesh sempat memberikan respons melalui Mohammed Shariar Emon empat menit kemudian.
Gol balasan tersebut tidak menghentikan Indonesia. Baker kembali mencetak gol pada menit ke-37 untuk melengkapi hattrick sebelum mencetak gol keempatnya pada menit ke-42.
Justin Hubner kemudian menutup babak pertama dengan gol pada menit ke-45+1. Indonesia memasuki ruang ganti dengan keunggulan telak 6-1.
Nama Mitchell Baker menjadi pusat perhatian di GBK. Penyerang muda tersebut mencetak lima gol dalam satu pertandingan.
Tiga gol pertamanya membuat Baker mencatat hattrick hanya dalam 37 menit. Dua gol tambahan kemudian menjadikannya pencetak lima gol Indonesia dalam satu pertandingan.
Sebelum pertandingan ini, Baker sudah dikenal sebagai pemain muda dengan produktivitas tinggi. Ia bermain untuk Georgetown University dan sebelumnya mencetak hattrick pada debutnya bersama Indonesia di Piala AFF 2026.
Performa tersebut membuat keputusan John Herdman memainkan Baker sebagai ujung tombak terbayar. Pelatih asal Inggris itu sebelumnya juga memuji proses integrasi Baker bersama Luke Vickery di skuad senior.
Herdman mengatakan pemain senior ikut membantu Baker dan Vickery beradaptasi dengan lingkungan tim nasional. Menurutnya, keduanya memiliki kualitas yang bisa menjadi bagian penting masa depan Indonesia.
Memasuki babak kedua, Indonesia tetap mempertahankan agresivitas. Bangladesh memang mampu bertahan lebih lama, tetapi tekanan Garuda terus menghasilkan peluang.
Luke Vickery kemudian mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-90. Gol tersebut semakin memperlebar keunggulan Indonesia menjadi 7-1.
Bangladesh kembali mencetak gol melalui Farhaan Ali Wahid pada menit ke-90+1. Namun Indonesia masih memiliki dua gol tambahan pada masa injury time.
Kevin Diks mencetak gol pada menit ke-90+6. Baker kemudian menyempurnakan malam luar biasanya dengan gol kelima pada menit ke-90+8.
Skor akhir 9-2 memperlihatkan betapa agresifnya Indonesia sepanjang pertandingan. Garuda bukan hanya mendapatkan tiga poin, tetapi juga mengumpulkan jumlah gol yang sangat penting dalam persaingan dengan Malaysia.
Situasi Grup A memang membuat pertandingan ini berbeda. Indonesia dan Malaysia sama-sama mengawali laga terakhir dengan empat poin.
Malaysia sebelumnya menang 3-0 atas Bangladesh dan bermain imbang 0-0 melawan Indonesia. Sementara Garuda menang 2-0 atas Singapura sebelum bermain 0-0 menghadapi Malaysia.
Karena kedua tim bermain bersamaan, setiap gol di Jakarta dan Bandung memiliki arti. Indonesia tidak bisa hanya mengejar kemenangan, tetapi juga harus menjaga produktivitas.
John Herdman sudah mengingatkan pemainnya mengenai tekanan tersebut sehari sebelum pertandingan. Ia menyebut skuadnya datang dengan fokus penuh setelah hasil imbang melawan Malaysia.
“Mereka sangat fokus. Mereka datang untuk melakukan apa yang sudah dikatakan sebelumnya, yaitu mengangkat trofi untuk negara ini,” ujar Herdman.
Pernyataan tersebut akhirnya terjawab di lapangan. Indonesia mencetak sembilan gol dan mengakhiri fase grup dengan catatan tiga pertandingan tanpa kekalahan.
Pertandingan juga diawali dengan momen emosional. Indonesia dan Bangladesh mengheningkan cipta selama satu menit untuk mengenang korban Tragedi Kanjuruhan.
Momen tersebut berlangsung tepat pada peringatan empat tahun tragedi yang menewaskan 135 orang. Kedua tim berdiri bersama di tengah lapangan sebelum pertandingan dimulai.
Bagi Herdman, pertandingan tersebut sebelumnya juga memiliki makna lebih dari sekadar perebutan tiket final. Ia menyebut kemenangan dapat menjadi bentuk penghormatan kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan.
Setelah peluit panjang, seluruh tekanan berubah menjadi pesta. Indonesia bukan hanya melewati Bangladesh, tetapi juga menyelesaikan misi sulit mengejar produktivitas gol.
FIFA ASEAN Cup 2026 sendiri merupakan edisi perdana turnamen yang mempertemukan 14 negara dalam dua divisi. Divisi 1 yang menjadi tempat Indonesia diikuti delapan negara dan menggunakan sistem dua grup.
Juara masing-masing grup kemudian bertemu di final. Karena Indonesia finis sebagai pemuncak Grup A, Garuda berhak menghadapi juara Grup B Thailand pada final yang dijadwalkan berlangsung Senin, 5 Oktober 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....