Enzo Fernandez ke Manchester City, Transfer Gila yang Mengubah Peta Premier League

  • 02 Sep 2026 08:17 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Dunia – Manchester City membuat gebrakan terbesar pada hari terakhir bursa transfer dengan mendatangkan Enzo Fernandez dari Chelsea.

Gelandang Argentina itu resmi pindah dengan nilai 125 juta pound sterling atau sekitar Rp2,99 triliun, sekaligus menyamai rekor transfer Inggris milik Alexander Isak. Enzo menandatangani kontrak lima tahun di Etihad Stadium.

Transfer ini bukan sekadar perpindahan pemain mahal. Manchester City sedang membangun kembali lini tengah setelah kehilangan sejumlah pemain penting, sementara Chelsea harus merelakan salah satu aset terbesarnya pergi di tengah upaya membentuk era baru bersama Xabi Alonso.

Yang membuat transfer ini semakin menarik adalah sosok di balik keputusan City.

Enzo akan kembali bekerja sama dengan Enzo Maresca, pelatih yang pernah menanganinya ketika masih berada di Chelsea. Hubungan keduanya menjadi salah satu faktor penting yang mempercepat kepindahan sang gelandang ke Manchester.

Dari Stamford Bridge ke Etihad dengan Harga Fantastis

Enzo Fernandez pertama kali tiba di Inggris pada Januari 2023.

Chelsea ketika itu mengeluarkan sekitar 106,8 juta pound sterling untuk memboyongnya dari Benfica. Transfer tersebut menjadikan Enzo salah satu pemain termahal dalam sejarah sepak bola Inggris.

Tiga setengah tahun kemudian, Chelsea menjualnya dengan harga yang bahkan lebih tinggi.

City membayar 125 juta pound sterling.

Dengan demikian, Enzo menjadi pemain pertama yang pernah dua kali terlibat dalam transfer senilai lebih dari 100 juta pound sterling.

Secara nominal, kepindahannya juga menyamai rekor transfer Inggris yang sebelumnya dibuat Alexander Isak ketika Liverpool membelinya dari Newcastle.

Artinya, Manchester City tidak sedang membeli pemain untuk sekadar mempertebal bangku cadangan.

Mereka membeli pemain yang diharapkan menjadi salah satu pusat proyek baru.

Mengapa City Berani Membayar Sebegitu Mahal?

Jawabannya ada pada kebutuhan City di lini tengah.

Manchester City memasuki musim baru dengan perubahan besar di sektor tersebut. Rodri bukan lagi satu-satunya pusat permainan yang bisa diandalkan, sementara Bernardo Silva juga telah meninggalkan klub.

City sebelumnya sudah mengeluarkan dana besar untuk Elliot Anderson dan Ayyoub Bouaddi.

Masuknya Enzo membuat investasi City di lini tengah semakin agresif. Reuters mencatat total belanja City pada musim panas ini telah mencapai sekitar 450 juta pound sterling.

Bagi Pep Guardiola pada era sebelumnya, lini tengah City dibangun berdasarkan kontrol.

Namun, kebutuhan tim kini sedikit berbeda.

City membutuhkan pemain yang bisa mengontrol tempo sekaligus memiliki kemampuan membawa bola ke wilayah lawan.

Enzo menawarkan kedua karakter tersebut.

Ia bukan gelandang bertahan murni seperti Rodri.

Ia juga bukan gelandang serang yang hanya bermain di antara garis pertahanan lawan.

Kekuatan Enzo justru berada pada kemampuannya menghubungkan berbagai fase permainan.

Enzo Bukan Pengganti Rodri Secara Harfiah

Di sinilah transfer ini menarik untuk dianalisis.

Menyebut Enzo sebagai pengganti Rodri secara langsung akan terlalu sederhana.

Keduanya mempunyai karakter berbeda.

Rodri unggul dalam membaca ruang, menjaga struktur, memenangkan duel dan mengatur permainan dari posisi yang lebih dalam.

Enzo lebih dinamis.

Ia mampu turun menjemput bola, mengirimkan umpan vertikal, bergerak ke depan dan terlibat dalam penciptaan peluang.

Karena itu, City tampaknya tidak sedang mencari Rodri kedua.

Mereka sedang membangun lini tengah yang memiliki lebih banyak variasi.

Enzo dapat bermain lebih dalam, sementara pemain lain diberikan kebebasan bergerak lebih agresif.

Dengan kata lain, kekuatan City berikutnya mungkin bukan berasal dari satu gelandang yang mengendalikan semuanya.

Melainkan dari kombinasi beberapa pemain dengan karakter berbeda.

Angka Enzo Menunjukkan Mengapa City Tertarik

Musim 2025–2026 memberikan gambaran mengenai perkembangan Enzo.

Ia mencetak 15 gol dan tujuh assist untuk Chelsea di semua kompetisi. Catatan tersebut menunjukkan bahwa kontribusinya tidak berhenti pada distribusi bola.

Enzo juga datang dengan pengalaman internasional yang sangat besar.

Ia merupakan bagian dari Argentina yang memenangkan Piala Dunia 2022 dan kembali membawa negaranya mencapai final Piala Dunia 2026.

Jadi, Manchester City tidak hanya membeli kemampuan teknis.

Mereka membeli pemain berusia 25 tahun yang sudah memiliki pengalaman memenangkan pertandingan dan menghadapi tekanan tertinggi.

Mengapa Chelsea Melepasnya?

Ini justru bagian paling kontroversial dari transfer tersebut.

Chelsea sebenarnya masih memiliki alasan untuk mempertahankan Enzo.

Ia sudah tampil sekitar 170 pertandingan bersama klub dan menjadi salah satu pemain utama dalam beberapa musim terakhir.

Namun, situasi berubah setelah Maresca meninggalkan Chelsea.

Enzo disebut tidak lagi berada dalam kondisi ideal di Stamford Bridge. Keinginannya untuk kembali bekerja sama dengan Maresca kemudian membuka jalan bagi transfer.

Chelsea bahkan sebelumnya menetapkan batas waktu tertentu untuk menerima tawaran. Namun, klub tetap membuka kemungkinan transfer apabila mendapatkan nilai yang sesuai dengan valuasi pasar.

Pada akhirnya, City datang dengan angka yang terlalu besar untuk diabaikan.

125 juta pound sterling.

Chelsea kehilangan pemain penting, tetapi mendapatkan pemasukan luar biasa besar.

Masalahnya, uang tidak otomatis menggantikan fungsi seorang gelandang.

Chelsea Langsung Menghadapi Masalah Baru

Ironisnya, Chelsea tidak hanya kehilangan Enzo.

Mereka juga kesulitan mencari penggantinya.

Chelsea sempat mengejar Lamine Camara dari AS Monaco dan Manu Koné dari AS Roma. Namun, upaya tersebut menghadapi berbagai hambatan menjelang penutupan bursa.

Situasi itu membuat keputusan melepas Enzo semakin menarik diperdebatkan.

Jika Chelsea mampu menemukan pengganti yang tepat, transfer ini bisa dilihat sebagai bagian dari restrukturisasi skuad.

Namun jika tidak, kehilangan Enzo dapat terasa jauh lebih besar daripada angka 125 juta pound sterling yang masuk ke rekening klub.

Maresca Mendapat Senjata yang Sudah Ia Kenal

Ada satu faktor yang mungkin membuat City semakin yakin.

Maresca sudah mengetahui karakter Enzo.

Ia tahu kapan Enzo nyaman menerima bola.

Ia tahu posisi terbaik sang gelandang.

Dan yang paling penting, Enzo juga memahami bagaimana Maresca ingin timnya membangun serangan.

Ini membuat proses adaptasi berpotensi lebih singkat.

Di sepak bola modern, kemampuan seorang pemain bukan satu-satunya pertimbangan.

Kecocokan dengan pelatih dan sistem bisa menentukan apakah pemain senilai 125 juta pound sterling menjadi investasi sukses atau justru beban.

City tampaknya yakin Enzo berada di kategori pertama.

Transfer Ini Mengirim Pesan kepada Arsenal dan Liverpool

Manchester City bukan hanya memperkuat skuad.

Mereka sedang mengirim pesan kepada rival.

Arsenal baru saja merebut gelar Premier League. Liverpool juga tetap menjadi kekuatan besar setelah melakukan investasi besar pada bursa transfer.

City menjawab dengan mengeluarkan dana raksasa.

Enzo Fernandez datang setelah City juga mengamankan sejumlah pemain mahal, termasuk Elliot Anderson dan Ayyoub Bouaddi. Reuters menyebut aktivitas tersebut sebagai bagian dari upaya City untuk kembali merebut gelar setelah musim sebelumnya finis di posisi kedua.

Ini bukan City yang puas dengan posisi kedua.

Ini City yang ingin kembali menjadi standar kompetisi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....