Berikut Peringkat FIFA Lawan Indonesia di ASEAN FIFA Cup, Siapa Terberat?

  • 11 Agt 2026 09:40 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Timnas Indonesia menghadapi persaingan menarik di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 dengan modal peringkat FIFA tertinggi dibanding tiga calon lawannya.

Indonesia berada di peringkat 118 dunia, sedangkan Malaysia menempati posisi 136, India 138, dan Singapura 148 berdasarkan pembaruan resmi FIFA pada 20 Juli 2026.

Komposisi tersebut membuat Indonesia secara peringkat menjadi unggulan pertama di Grup A, tetapi selisih posisi dengan Malaysia dan India menunjukkan persaingan tidak akan mudah.

FIFA ASEAN Cup 2026 merupakan turnamen baru yang mempertemukan sejumlah negara Asia Tenggara dan negara undangan dalam kompetisi yang berlangsung pada jendela internasional FIFA. Grup A dihuni Indonesia, Malaysia, Singapura, dan India.

Status sebagai pertandingan pada jendela internasional menjadi faktor penting bagi Indonesia setelah pengalaman kurang ideal di ASEAN Championship 2026.

Pada turnamen sebelumnya, Indonesia tidak dapat menurunkan seluruh pemain terbaiknya karena kompetisi tersebut tidak berlangsung dalam kalender internasional FIFA.

Situasi berbeda berpotensi terjadi pada FIFA ASEAN Cup. Karena turnamen dijadwalkan berada dalam jendela internasional, klub memiliki kewajiban melepas pemain yang dipanggil tim nasional.

Selain itu, Peringkat 118 dunia membuat Indonesia menjadi negara dengan posisi FIFA terbaik di Grup A.

Posisi tersebut sekaligus menunjukkan peningkatan posisi Indonesia dibanding Malaysia yang berada di peringkat 136 dunia.

Malaysia terpaut 18 posisi dari Indonesia, sementara India berada 20 tingkat di bawah Garuda. Singapura menjadi tim dengan posisi terendah setelah menempati peringkat 148 dunia.

Namun, angka tersebut tidak dapat menjadi jaminan Indonesia akan mendominasi pertandingan.

Peringkat FIFA menggambarkan kekuatan berdasarkan hasil pertandingan internasional, tetapi kondisi pertandingan, kualitas pemain yang tersedia, strategi, serta momentum tetap menentukan hasil di lapangan.

Hal itu menjadi pelajaran penting bagi Indonesia setelah menghadapi persaingan ketat pada ASEAN Championship 2026.

Dari tiga calon lawan Indonesia, Malaysia menjadi salah satu negara yang patut mendapat perhatian khusus.

Secara ranking, jarak Malaysia dengan Indonesia memang cukup lebar. Namun, selisih 18 posisi tidak cukup untuk membuat pertandingan otomatis berjalan satu arah.

Malaysia memiliki pengalaman menghadapi Indonesia dalam berbagai kompetisi regional dan memahami karakter permainan Garuda.

Pertandingan kedua negara juga hampir selalu membawa dimensi berbeda karena faktor rivalitas.

Bagi Indonesia, menghadapi Malaysia tidak cukup hanya mengandalkan kualitas individu.

Kemampuan mengontrol emosi, menjaga organisasi permainan, serta menghindari kesalahan di area pertahanan akan menjadi faktor penting.

Apalagi FIFA ASEAN Cup memberikan nilai strategis lebih besar karena pertandingan internasional dapat berpengaruh terhadap posisi ranking FIFA.

India berada di peringkat 138 dunia, hanya dua tingkat di atas Malaysia dan 20 posisi di bawah Indonesia.

Kehadiran India memberikan warna berbeda dalam persaingan Grup A karena mereka bukan bagian dari kawasan Asia Tenggara.

Tim tersebut masuk sebagai negara undangan dalam Divisi 1 FIFA ASEAN Cup.

Secara ranking, India memang berada di bawah Indonesia. Namun, jaraknya tidak terlalu jauh sehingga pertandingan melawan India tetap tidak bisa dipandang sebelah mata.

Ada pula perkembangan terkait keikutsertaan India yang perlu diperhatikan.

Sejumlah laporan menyebut federasi sepak bola India mempertimbangkan partisipasi mereka karena adanya rencana pertandingan persahabatan melawan Brasil dalam periode yang berdekatan.

Karena itu, status akhir India perlu mengikuti keputusan resmi federasinya dan penyelenggara.

Sementara itu Singapura berada di peringkat 148 dunia atau 30 posisi di bawah Indonesia.

Jika hanya melihat ranking, Singapura merupakan lawan yang paling rendah peringkatnya di Grup A.

Namun, Indonesia tidak boleh menjadikan angka tersebut sebagai ukuran mutlak.

Singapura memiliki pengalaman menghadapi Indonesia dan karakter permainan yang dapat membuat pertandingan berjalan ketat.

Khusus bagi Indonesia, pertandingan melawan tim dengan ranking lebih rendah justru memiliki risiko tersendiri.

Tekanan berada pada pihak yang dianggap lebih kuat.

Indonesia dituntut menguasai pertandingan, menciptakan peluang, sekaligus menghindari kesalahan yang dapat memberikan kesempatan kepada lawan.

FIFA ASEAN Cup juga menjadi kesempatan penting bagi John Herdman untuk menguji kekuatan terbaik Indonesia.

Dengan berlangsungnya turnamen pada kalender internasional, pemain Indonesia yang berkarier di luar negeri berpeluang lebih besar bergabung bersama tim nasional.

Kondisi tersebut menjadi pembeda dibandingkan ASEAN Championship yang sebelumnya membuat Herdman harus bekerja dengan komposisi pemain yang tidak sepenuhnya ideal.

Pemain seperti Jay Idzes, Calvin Verdonk, Kevin Diks, Emil Audero, Ole Romeny, maupun Justin Hubner dapat menjadi bagian penting apabila tersedia dan dipanggil.

Kehadiran mereka bukan sekadar menambah kualitas starting eleven.

Lebih penting lagi, pemain-pemain tersebut dapat memperkuat kedalaman skuad yang menjadi salah satu pekerjaan rumah Indonesia.

FIFA ASEAN Cup seharusnya tidak hanya dipandang sebagai kesempatan untuk membalas kegagalan di ASEAN Championship.

Turnamen ini dapat menjadi ruang evaluasi dan pembangunan tim Indonesia.

Herdman memiliki kesempatan melihat bagaimana pemain terbaik Indonesia bekerja dalam sistem yang sama.

Pelatih juga dapat menguji rotasi, kedalaman skuad, serta alternatif permainan ketika strategi utama tidak berjalan.

Target prestasi tentu tetap penting.

Namun, keberhasilan Indonesia seharusnya diukur dari dua sisi, yakni hasil pertandingan dan perkembangan kualitas permainan.

Indonesia menjadi tim dengan ranking terbaik di Grup A.

Posisi tersebut memberikan kepercayaan diri, tetapi sekaligus menciptakan ekspektasi.

Ketika menghadapi Malaysia, India, atau Singapura, Indonesia kemungkinan besar akan ditempatkan sebagai tim yang lebih diunggulkan.

Karena itu, tekanan untuk menang akan berada lebih besar di pihak Garuda.

Jika Indonesia mampu memaksimalkan pertandingan tersebut, bukan hanya peluang menuju final yang terbuka, tetapi juga posisi Indonesia dalam ranking FIFA berpotensi mendapatkan keuntungan.

FIFA menjelaskan bahwa ranking dunia dihitung berdasarkan hasil pertandingan internasional menggunakan sistem penilaian yang mempertimbangkan kekuatan lawan dan hasil pertandingan..

Dengan peringkat 118, Indonesia memang berada di posisi teratas Grup A.

Namun, Malaysia hanya berjarak 18 posisi, India 20 posisi, sedangkan Singapura 30 posisi.

Artinya, grup ini bukan kumpulan lawan yang secara ranking terpaut sangat jauh.

Indonesia tetap membutuhkan persiapan serius.

Terlebih, turnamen ini dapat menjadi kesempatan penting untuk memperlihatkan apakah kegagalan di ASEAN Championship benar-benar menjadi bahan pembelajaran.

Bagi John Herdman, tantangannya bukan sekadar memilih sebelas pemain terbaik.

Ia harus menemukan kombinasi yang mampu membuat Indonesia konsisten sepanjang pertandingan.

Peringkat FIFA memang menempatkan Indonesia sebagai unggulan Grup A. Namun, status tersebut baru akan memiliki arti jika Garuda mampu membuktikannya melalui permainan dan hasil di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....