Krisis Air Balikpapan: Tinggi Waduk Manggar Menyusut Jadi 8 Meter

  • 06 Okt 2026 20:58 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID,Balikpapan – Komisi II DPRD Kota Balikpapan bersama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) melakukan sidak ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Waduk Manggar, Kilometer 12. Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau langsung kondisi air baku kota yang kian memprihatinkan akibat dampak fenomena El Nino.

Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, mengungkapkan bahwa pasokan air baku mengalami penurunan yang cukup signifikan dari kondisi normalnya.

"Memang terjadi penurunan yang biasanya levelnya di 10 meter lebih untuk pasokan air bakunya, sekarang di posisi di sekitar 8. Dan ini akan berlanjut pengurangannya karena diprediksi hasil koordinasi PTMB dengan BMKG sampai dengan bulan November ya, El Nino ini," ujar Fauzi Adi pada 6 Oktober 2026.

Meskipun debit air menurun, Fauzi memastikan kualitas pengolahan air di IPAL Waduk Manggar tetap terjaga dengan baik. Terkait keluhan warga mengenai air keran yang terkadang berwarna merah, ia menjelaskan hal tersebut kemungkinan dipicu oleh kebocoran pipa. Fauzi meminta masyarakat tidak panik karena PTMB tengah melakukan perbaikan secara bertahap.

Untuk mengatasi keterbatasan air selama kemarau, PTMB menerapkan beberapa langkah darurat, mulai dari sistem pengaliran bergilir hingga penambahan sumur dalam baru bantuan dari Balai Wilayah Sungai (BWS). Warga yang mengalami krisis air total juga diimbau segera menghubungi PTMB untuk mendapatkan bantuan air tangki gratis berkapasitas 5.000 liter.

Di sisi lain, pihak Perumda Tirta Manuntung Balikpapan menegaskan bahwa penurunan produksi air bersih ini bukanlah kesengajaan. Direktur Teknik PTMB, M. Kohiruddin, menjelaskan bahwa regulasi pengambilan air sepenuhnya berada di bawah kendali BWS Kalimantan IV.

"Bukan keinginan Perumda untuk menurunkan pengambilan air baku, tapi memang ada instruksi dari Balai Wilayah Sungai," tegas Kohiruddin.

Terkait ketahanan sisa pasokan air baku Balikpapan ke depan, PTMB masih harus menunggu perhitungan teknis resmi dari pihak BWS. "Kami dari Perumda hanya mengambil airnya saja sesuai dengan izin yang dikeluarkan oleh BWS," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....