Bapas Balikpapan Sulap Lahan Sempit Jadi Green House dan Bekali Klien

  • 28 Sep 2026 14:26 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID,Balikpapan – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Balikpapan terus berkomitmen penuh dalam memberikan bekal kemampuan bagi para klien pemasyarakatan. Melalui optimalisasi lahan terbatas di Griya Abipraya serta penyelenggaraan berbagai program kemandirian, Bapas Balikpapan sukses menciptakan ruang inklusif yang mendukung ketahanan pangan sekaligus menyiapkan tenaga kerja siap pakai.

Program ini berhasil menarik perhatian positif dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas). Penjabat (PJ) Bidang Pengawasan Program Pendampingan Ditjenpas, Ahmad Syarief A. Moeis, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan kepala Bapas Balikpapan dalam mengimplementasikan instruksi dari pusat ke tingkat daerah.

"Sebelumnya saya salut kepada Pak Kabapas, teman saya, sahabat saya di kantor pusat yang sekarang sudah bisa menerapkan apa yang menjadi arahan pimpinan kantor pusat di daerah, yaitu di Balikpapan melalui Balai Pemasyarakatan. Hal ini sangat bagus untuk memberikan pelatihan kemandirian kepada klien-klien pemasyarakatan. Seperti tadi kita sudah melaksanakan panen bayam, kangkung, anggur melalui green house di Griya Abipraya," ujar Ahmad Syarief.

Ahmad Syarief menambahkan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata ketahanan pangan di tingkat daerah. Meski areanya terbatas, dampaknya sangat besar bagi penerimaan kembalinya para klien ke tengah masyarakat. Menurutnya, program pemanfaatan lahan nasional dari Ditjenpas ini layak menjadi percontohan bagi Bapas lain di seluruh Indonesia dalam mengubah stigma negatif masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bapas Balikpapan, Deddy Eduar Eka Saputra Sementara itu, wmenjelaskan bahwa kegiatan pemanfaatan lahan ini bukanlah hal baru, melainkan program berkelanjutan yang kini payung hukumnya semakin kuat.

"Terima kasih. Pertama-tama ini sebagaimana tadi disampaikan, ini bukan program baru melainkan program yang sudah berjalan, tetapi Balai Pemasyarakatan Balikpapan melalui Griya Abipraya memang baru disahkan oleh Pak Dirjen tahun ini. Namun, aktivitas kegiatannya memang sudah lama kita jalankan," kata Kepala Bapas Balikpapan.

Ia memaparkan bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang untuk terus produktif. Pihak Bapas memproyeksikan area mini tersebut sebagai sarana bengkel kerja (mini workshop) komprehensif bagi para klien pemasyarakatan.

"Kegiatan di sini memang memanfaatkan lahan yang sangat kecil, tetapi yang kecil tentu kita optimalkan. Hasilnya di sini kita jual, kemudian kami berikan kepada klien sebagai bentuk bantuan sosial Bapas kepada klien. Dan yang lebih penting lagi adalah tempat ini kami jadikan sebagai mini workshop. Klien-klien kami yang mau belajar tentang hidroponik, kami latih di sini melalui wahana Griya Abipraya. Jadi lahan sempit boleh, lahan terbatas boleh, tetapi tentunya harus kita optimalkan manfaat dan dampaknya bagi klien pemasyarakatan," ujarnya.

Selain sektor agrobisnis hidroponik, Bapas Balikpapan juga bergerak dinamis mengikuti tren industri modern melalui pelaksanaan Pelatihan Barista Mandiri. Sebanyak 21 klien pemasyarakatan dilibatkan dalam program ini untuk membekali mereka dengan keterampilan meracik kopi yang relevan dengan kebutuhan pasar saat ini.

Guna memastikan keberlanjutan program, Bapas Balikpapan menggandeng sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bersama Blue Sky Premier Lounge Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan. Kerja sama strategis ini tidak hanya memberikan materi dasar pembuatan kopi dan espresso, tetapi juga memberikan kesempatan emas berupa On the Job Training (OJT) atau pelatihan kerja langsung di lapangan bagi 1–2 klien terpilih.

Melalui integrasi pelatihan barista berbasis industri dan program ketahanan pangan mandiri ini, Bapas Balikpapan berharap para klien dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang berdaya guna, mandiri, dan bebas dari stigma negatif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....