Gotong Royong Tetap Relevan di Era Digital
- 06 Okt 2026 09:52 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Nilai-nilai Pancasila dinilai menjadi landasan penting dalam menjaga kehidupan harmonis di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Pengamalannya dapat dimulai dari hal sederhana, seperti menghormati perbedaan agama, tidak merendahkan orang lain, berteman tanpa membedakan latar belakang, serta bersedia mendengarkan pendapat sesama.
Dekan FISIPOL Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Suhardiman, kepada RRI mengatakan keberagaman suku, agama, dan latar belakang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia yang perlu dijaga melalui penerapan nilai-nilai Pancasila.
“Tugas kita hari ini adalah bagaimana dalam kehidupan sehari-hari nilai-nilai Pancasila itu dapat kita aktualkan,” ujar Suhardiman, dikutip Selasa 6 Oktober 2026.
Menurutnya, tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar bagi kehidupan masyarakat. Menghormati teman yang berbeda agama, tidak mengejek atau merendahkan orang lain, berteman tanpa membedakan suku dan agama, hingga mau mendengarkan pendapat orang lain merupakan contoh pengamalan Pancasila. “Yang paling penting bukan seberapa besar tindakan yang kita lakukan, melainkan bagaimana nilai-nilainya benar-benar tercermin dalam sikap dan perilaku kita sehari-hari,” kata Suhardiman, dalam dialog Kita Indonesia di Pro 1 RRI Samarinda.
Ia menambahkan, kejujuran, membantu sesama, dan menjaga kerukunan juga menjadi bagian dari pengamalan Pancasila. Nilai tersebut semakin penting diterapkan di tengah kehidupan masyarakat yang semakin beragam dan menghadapi perubahan pola interaksi akibat perkembangan teknologi.
Suhardiman menilai gotong royong juga tetap relevan sebagai bentuk nyata pengamalan Pancasila di era saat ini. Menurutnya, gotong royong menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap kepentingan bersama, bukan hanya kepentingan pribadi. Kegiatan seperti membersihkan lingkungan, membantu tetangga yang terkena musibah, dan bekerja sama dalam kegiatan masyarakat merupakan contoh sederhana yang masih dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
Bentuk gotong royong, ucap Suhardiman, tidak harus selalu berupa kegiatan fisik. Di era digital, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui pemanfaatan teknologi untuk membantu sesama, membagikan informasi yang bermanfaat, hingga menggalang bantuan bersama bagi masyarakat yang membutuhkan. “Gotong royong tetap relevan karena kebutuhan untuk saling membantu dan menjaga kepentingan bersama tidak pernah hilang, meskipun cara hidup masyarakat terus berubah,” ucapnya.
Ia menegaskan, gotong royong mencerminkan sejumlah nilai Pancasila, mulai dari persatuan, kemanusiaan, musyawarah, hingga keadilan sosial. Ketika masyarakat mau bekerja sama tanpa membedakan latar belakang, hubungan sosial menjadi semakin erat dan kepedulian terhadap sesama dapat terus tumbuh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....