Karhutla Samarinda Capai 608,18 Hektare, Pulau Atas Terparah
- 05 Okt 2026 18:43 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Luas kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kota Samarinda mencapai 608,18 hektare hingga Minggu, 4 Oktober 2026.
Kebakaran tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Sambutan, Palaran, dan Lempake di Kecamatan Samarinda Utara. Pulau Atas, Kecamatan Sambutan, menjadi salah satu wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda Suwarso mengatakan, dalam tiga hari terakhir sekitar 19 hektare lahan terbakar di Pulau Atas. Sebelumnya, kawasan tersebut juga mengalami kebakaran dengan luasan sekitar 34 hektare.
“Total luasan karhutla Samarinda sementara mencapai 608,18 hektare,” ujar Suwarso di Samarinda, Senin, 5 Oktober 2026.
Dengan tambahan kejadian terbaru, luasan kebakaran di Pulau Atas mencapai sekitar 53 hektare. Penanganan masih dilakukan karena kondisi lahan membuat api berpotensi meluas.
Suwarso mengatakan, belukar kering menjadi salah satu faktor yang mempercepat penyebaran api. Sejumlah lokasi juga memiliki lapisan gambut dan batu bara di bawah permukaan tanah.
“Belukar kering dan kondisi bawah lahan membuat api mudah menyebar,” katanya.
Pemadaman saat ini masih mengandalkan personel melalui jalur darat dengan dukungan relawan. BPBD menerapkan sistem estafet menggunakan mobil tangki untuk memasok air ke lokasi yang sulit dijangkau.
Air untuk pemadaman juga diambil dari sungai dan dialirkan menuju tangki sebelum dibawa ke titik kebakaran. Namun, kondisi medan menjadi kendala karena sejumlah titik berada jauh di dalam kawasan dengan akses kendaraan terbatas.
“Kami masih mengupayakan akses air melalui sistem tangki secara estafet,” ucap Suwarso.
Dukungan helikopter water bombing yang sebelumnya membantu penanganan karhutla Samarinda telah digeser ke wilayah lain. Pergeseran tersebut dilakukan berdasarkan penilaian BNPB terhadap sejumlah wilayah yang dinilai membutuhkan dukungan udara.
Meski demikian, BPBD Samarinda tetap mengirimkan data dan visual titik kebakaran yang sulit dijangkau tim darat. Data tersebut diharapkan menjadi pertimbangan untuk mengarahkan kembali dukungan helikopter ke Kalimantan Timur.
Sementara di kawasan Pelita 8, kebakaran terbaru terjadi di beberapa titik di sekitar Jalan Sultan Sulaiman. BPBD memperkirakan luasan kebakaran terbaru di kawasan tersebut mencapai sekitar 10 hektare dan sempat mengganggu aktivitas lalu lintas akibat asap.
Suwarso mengatakan, Satgas Penanganan Kekeringan dan Karhutla Kota Samarinda terus melakukan pemadaman hingga sore hari. Pemantauan tetap dilakukan setelah pemadaman, terutama pada titik yang berpotensi mendekati permukiman.
“Prioritas pemantauan kami adalah titik api yang berpotensi mendekati permukiman,” kata Suwarso.
BPBD juga masih menunggu proses administrasi terkait kelanjutan status tanggap darurat karhutla di Kota Samarinda. Keputusan tersebut akan menentukan langkah penanganan berikutnya di tengah masih berlangsungnya kebakaran di sejumlah lokasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....