BPS Catat Inflasi Samarinda 3,98 Persen, Cabai Rawit Jadi Pemicu Utama
- 03 Okt 2026 16:46 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Badan Pusat Statistik atau BPS Kota Samarinda mencatat inflasi tahunan atau year on year pada September 2026 mencapai 3,98 persen. Sementara inflasi bulanan atau month to month tercatat 0,09 persen, dengan inflasi tahun kalender sebesar 2,99 persen.
Rilist tersebut disampaikan oleh Kepala BPS Kota Samarinda, Supriyanto, pada Kamis 1 Oktober 2026. Ia mengatakan pergerakan inflasi September dipengaruhi sejumlah kelompok pengeluaran, terutama makanan, minuman, dan tembakau. Kelompok tersebut mengalami inflasi 0,78 persen dengan andil sebesar 0,23 persen.
“Untuk inflasi month to month, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,78 persen dengan andil sebesar 0,23 persen,” kata Supriyanto.
Selain kelompok makanan, minuman, dan tembakau, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga mengalami deflasi 0,09 persen. Sementara kelompok transportasi mengalami deflasi 0,38 persen dan perawatan pribadi serta jasa lainnya mengalami deflasi 0,73 persen.
Supriyanto menyebut sejumlah komoditas menjadi penyumbang utama inflasi bulanan. Cabai rawit memberikan andil 0,12 persen, disusul tomat, angkutan antarkota, kacang panjang, dan sigaret kretek mesin yang masing-masing memberikan andil sebesar 0,02 persen.
Secara tahunan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi 5,39 persen dengan andil 1,47 persen. Kelompok transportasi mengalami inflasi 6,92 persen dengan andil 0,90 persen, sedangkan perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi 9,15 persen dengan andil 0,69 persen.
"Dibandingkan daerah lain di Kalimantan Timur, inflasi year on year tertinggi pada September 2026 terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara sebesar 4,18 persen dan terendah di Kota Balikpapan sebesar 3,93 persen. Samarinda berada di angka 3,98 persen," ujar Supriyanto.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....