Bandara Sepinggan Gelar Simulasi Darurat, Perkuat Keamanan Udara
- 01 Okt 2026 07:15 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID,Balikpapan — PT Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan terus memperketat kesiapsiagaan menghadapi potensi insiden penerbangan. Langkah konkret ini diwujudkan melalui agenda Airport Emergency Committee (AEC), Airport Security Committee (ASC) Pertemuan Ke-III, serta simulasi taktis Table Top Exercise di Gedung Serbaguna Bandara, Rabu (30/9/2026).
Latihan gabungan ini dirancang khusus untuk menguji rantai komando, kecepatan komunikasi, dan sinkronisasi lintas instansi saat skenario darurat terjadi di lapangan.
General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, R. Iwan Winaya Mahdar, menegaskan bahwa ancaman terhadap operasional penerbangan sipil kian kompleks, sehingga kesiapan personel tidak boleh lengah sedikit pun.
"Dinamika ancaman terhadap keselamatan dan keamanan penerbangan sipil terus berkembang dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, sinergi dan kolaborasi antar seluruh stakeholders bandara merupakan hal yang mutlak," tegas Iwan saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Iwan merinci bahwa latihan ini merupakan implementasi regulasi penerbangan nasional, termasuk KM 39 Tahun 2024. Sesuai regulasi, komite keamanan wajib bertemu minimal empat kali setahun, sementara komite darurat berkumpul setidaknya sekali setahun.
"Melalui simulasi Table Top Exercise, seluruh anggota komite diajak menyamakan pemahaman mengenai peran, fungsi, dan tanggung jawab masing-masing instansi saat menghadapi kondisi darurat kecelakaan maupun potensi ancaman keamanan di area bandara," jelasnya lebih lanjut.
Simulasi terpadu ini melibatkan jajaran pimpinan daerah dan otoritas strategis, mulai dari Danlanud Dhomber Balikpapan, Otoritas Bandara Wilayah VII, Polresta Balikpapan, Kodim 0905 Balikpapan, Ditpolairud Polda Kaltim, AirNav Indonesia, Basarnas, BMKG, Balai Karantina, pihak maskapai, hingga perwakilan rumah sakit rujukan.
Dari diskusi simulasi tersebut, seluruh elemen menyepakati pembentukan jalur komunikasi cepat via frekuensi radio HT terintegrasi antarinstansi, standardisasi transisi status keamanan bandara, serta komitmen respons cepat demi menjamin keselamatan penumpang di gerbang udara utama Kalimantan Timur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....