Kemarau Panjang, 13 Orangutan di Kaltim Diselamatkan Juli 2026

  • 30 Sep 2026 15:52 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kemarau panjang mulai memberikan tekanan terhadap satwa liar di Kalimantan Timur. Sejak Juli 2026, sedikitnya 13 individu orangutan telah diselamatkan dari kondisi habitat yang dinilai semakin sulit menyediakan sumber air dan pakan.

Founder Conservation Action Network (CAN), Paulinus Kristanto, mengatakan sebagian orangutan yang ditemukan dalam kondisi terdesak mengalami dehidrasi. Kondisi tersebut berkaitan dengan minimnya sumber air di habitat serta berkurangnya kandungan air pada vegetasi yang menjadi sumber pakan.

“Jadi semenjak Juli sampai saat ini ada 13 orangutan yang diselamatkan,” ujar Paulinus.

Dari jumlah tersebut, terdapat pasangan induk dan anak yang kini menjalani perawatan di Pusat Rehabilitasi Satwa (PRS) Long Sam. Beberapa individu lainnya langsung menjalani translokasi setelah dievakuasi dari lokasi penemuan.

Menurut Paulinus, persoalan air menjadi salah satu tantangan serius bagi satwa ketika kemarau berlangsung panjang. Kondisi tersebut semakin berat ketika habitat orangutan terfragmentasi sehingga satwa harus berpindah melewati kawasan yang minim tutupan hutan.

“Beberapa orangutan dan satwa yang kita temukan dehidrasi karena tidak ada sumber air dan pohon-pohon juga tidak menghasilkan cukup banyak air,” katanya.

Dalam kondisi normal, satwa masih dapat memperoleh asupan air dari sumber alami maupun vegetasi. Namun ketika kekeringan semakin ekstrem, sumber tersebut tidak selalu mencukupi kebutuhan tubuh satwa.

Kondisi itulah yang kemudian mendorong Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur menyiapkan langkah antisipasi dengan menyediakan sumber air buatan di sejumlah jalur perlintasan satwa.

Paulinus mengapresiasi langkah tersebut karena keberadaan kubangan air dinilai dapat membantu satwa bertahan selama periode kemarau.

“Dengan adanya sumur-sumur ini, ini akan sangat membantu satwa untuk terus berpindah dan untuk terus bermigrasi selama masa kemarau panjang ini,” tuturnya.

Ancaman kekeringan tersebut tidak hanya berdampak terhadap orangutan. BKSDA Kaltim menyebut sumber air buatan juga disiapkan untuk satwa liar lainnya yang mengalami kondisi serupa.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....