Kemarau Panjang, Pemkot Samarinda Imbau Warga Hemat Air dan Waspadai Kebakaran
- 20 Sep 2026 09:16 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Pemerintah Kota Samarinda mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi kemarau panjang yang masih berlangsung. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kebakaran sekaligus memengaruhi ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Imbauan itu disampaikan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Syamsu Nur, saat menghadiri Tabligh Akbar Spesial Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi di Masjid Jami Al-Ma'ruf Samarinda, pada Minggu 20 September 2026.
Syamsu meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan. Menurutnya, kondisi kemarau membuat lingkungan lebih mudah terbakar sehingga kewaspadaan masyarakat diperlukan untuk mencegah terjadinya kebakaran.
“Bapak dan Ibu mari kita sama-sama bisa menyikapi kondisi panas, kemarau panjang. Oleh karena itu harap selalu berhati-hati, jangan sampai musibah api, kebakaran melanda kita. Mari kita mendukung usaha pemerintah untuk mengurangi kebakaran hutan yang melanda Kalimantan pada umumnya,” ujar Syamsu.
Selain ancaman kebakaran, kemarau panjang juga berdampak terhadap ketersediaan air baku. Syamsu menyebut intrusi air laut ke Sungai Mahakam sempat memengaruhi pengoperasian sejumlah intake Perumdam Tirta Kencana Samarinda.
Syamsu mengajak masyarakat menggunakan air bersih secara bijak untuk menjaga ketersediaan pasokan. “Karena kemarau panjang, mari kita menghemat penggunaan air bersih kita karena beberapa waktu yang lalu intrusi atau air laut itu masuk ke Sungai Mahakam. Oleh karena itu mari kita bersama-sama untuk menghemat air,” katanya.
"Perumdam Tirta Kencana terus memantau kondisi air Sungai Mahakam secara berkala untuk memastikan air baku masih dapat diolah tanpa mengganggu peralatan yang digunakan," ujar Syamsu. Pemerintah Kota Samarinda juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam menghadapi dampak kemarau, baik melalui pencegahan kebakaran maupun penghematan penggunaan air.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....