Indikator Pemerintahan Digital Samarinda Telah Jalani Penilaian Mandiri

  • 15 Sep 2026 07:34 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Pemerintah Kota Samarinda mencatat nilai 2,13 dalam tahap self assessment evaluasi Pemerintahan Digital (PEMDI) 2026 setelah melengkapi bukti dukung dari 20 indikator penilaian.

Nilai tersebut diperoleh setelah Pemkot Samarinda menyelesaikan pengunggahan dokumen bukti dukung yang berlangsung sejak 29 Juni hingga 12 Agustus 2026. Selanjutnya, dokumen tersebut memasuki proses pemeriksaan oleh asesor eksternal.

Tim Digitama yang mendampingi persiapan evaluasi PEMDI, Dwi R., menjelaskan hasil penilaian mandiri masih dapat berubah setelah dilakukan penilaian dokumen dan wawancara oleh asesor.

"Self assessment-nya Kota Samarinda saat ini nilainya di angka 2,13. Ini cukup signifikan karena memang nilai-nilai yang diklaim di sini sudah berdasarkan file evidence yang sudah dilengkapi," kata Dwi, pada Senin 14 September 2026.

Dwi menyebutkan, meskipun jumlah indikator dalam evaluasi PEMDI berkurang dibandingkan SPBE, bukti dukung yang harus disiapkan justru cukup banyak. Samarinda tercatat telah mengunggah sekitar 72 file sebagai dokumen pendukung penilaian.

Tahapan berikutnya adalah wawancara dengan asesor yang dilakukan secara daring. Waktu wawancara diperkirakan hanya sekitar satu jam sehingga setiap perangkat daerah diminta memahami kembali dokumen dan narasi yang telah disiapkan.

Dwi mengatakan, fokus persiapan rapat diarahkan pada bukti dukung yang masih mendapat catatan atau belum disetujui asesor. "Dokumen yang telah disetujui tetap perlu dipahami oleh perangkat daerah sebagai antisipasi apabila muncul pertanyaan saat proses wawancara," ujar Dwi.

Kepala Bidang Aplikasi dan Layanan E-Government Diskominfo Samarinda, Rahadi Rizal, menjelaskan evaluasi PEMDI tidak lagi hanya melihat aspek tata kelola internal pemerintahan, tetapi juga dampak layanan digital yang dirasakan masyarakat.

"Kalau berbicara SPBE kebanyakan tata kelola. Kalau PEMDI lebih berkaitan kepada impact kepada masyarakatnya untuk layanan digital kita," ujar Rahadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....