PSC 119 Diperkuat, Dinkes Kaltim Dorong Konektivitas Antar-Fasilitas Kesehatan

  • 18 Sep 2026 12:20 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur memperkuat jejaring layanan kegawatdaruratan melalui keterhubungan antara Public Safety Center (PSC) 119, fasilitas kesehatan, tenaga medis, dan relawan. Jejaring tersebut diarahkan untuk memastikan korban mendapatkan pertolongan sejak berada di lokasi kejadian hingga memperoleh penanganan di rumah sakit.

Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, menjelaskan penguatan jejaring merupakan bagian dari penerapan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu atau SPGDT. Sistem tersebut menghubungkan berbagai unsur yang terlibat dalam penanganan kegawatdaruratan di daerah.

Menurut Jaya, Kalimantan Timur telah memiliki sejumlah unit PSC 119 yang mendukung sistem tersebut. Kota Samarinda disebut telah memiliki armada yang mendukung layanan kegawatdaruratan, sementara Kota Balikpapan telah memiliki unit PSC 119 dan daerah lain juga diarahkan untuk memperkuat layanan serupa.

“Jejaring ini meliputi faskes, kemudian ada petugas PSC 119 dan seluruh masyarakat termasuk juga relawan yang memang menjadi praktisi untuk bisa membantu masyarakat,” ujar Jaya.

Jaya mengatakan pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan juga telah memberikan dukungan berupa hibah mobil jenazah maupun ambulans transport. Armada tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan PSC 119 dalam memberikan layanan kepada masyarakat.

"Fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit perlu memiliki komunikasi yang baik dengan tim di lapangan," ucap Jaya. Menurutnya, setiap unsur harus mengetahui peran masing-masing agar proses penerimaan dan rujukan pasien dapat dilakukan secara cepat dan sesuai kebutuhan medis.

Selain memperkuat sarana, Jaya menilai komunikasi antarinstansi masih menjadi salah satu tantangan dalam penanganan kegawatdaruratan. “Saya masih melihat komunikasi ini yang paling susah, apalagi dengan ego sektoralnya masing-masing,” katanya, seraya mendorong seluruh unsur membangun koordinasi yang lebih terpadu dalam memberikan pelayanan kepada korban.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....