Dari Lapas ke Kampus, Klien Pemasyarakatan Dapat Beasiswa Penuh

  • 16 Sep 2026 20:23 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID,Balikpapan - Universitas Mulia bersama Balai Pemasyarakatan (Bapas) kelas 1 Balikpapan resmi menjalin kolaborasi nyata dengan memberikan beasiswa kuliah penuh serta pelatihan vokasi bagi klien pemasyarakatan. Langkah ini diambil sebagai upaya pemberdayaan komprehensif agar para warga binaan memiliki keterampilan kerja dan bekal intelektual sebelum kembali berbaur di tengah masyarakat.

Rektor Universitas Mulia, Muhammad Ahsin Rifa'i, menegaskan bahwa keterlibatan institusi pendidikan tinggi tidak boleh sekadar bersifat formalitas seremonial, melainkan harus menyentuh sisi kemanusiaan.

Pihak kampus menyediakan beasiswa kuliah sarjana (S-1) untuk program studi seperti Ilmu Hukum dan Manajemen melalui kelas eksekutif akhir pekan. "Kami kampus menawarkan mereka, ayo ikut kuliah di tempat kami dengan beasiswa penuh. Jadi, datanya terdaftar resmi agar mereka tidak lagi memikirkan biaya," ujar Ahsin pada RRI ditemui di kampus pada Rabu, 16 September 2026.

Bagi klien yang tidak ingin menempuh jenjang sarjana, kampus menyiapkan program kursus aplikatif. "Kalau tidak ingin kuliah, cukup ikut kursus saja sesuai kompetensi dan minat mereka, misalnya pertukangan atau keterampilan teknik," katanya.

Sebagai langkah awal, pihak kampus siap menerima perwakilan klien untuk mulai beraktivitas dan magang kerja di lingkungan universitas. "Kami menerima tiga orang untuk datang ke sini, yang paling tua, paling muda, dan perempuan—agar tiap hari kami berikan pelatihan atau pekerjaan sebelum nantinya disalurkan ke perusahaan," ucap Ahsin.

Kepala Lapas Kelas IIA Balikpapan, Deddy Eduar Eka Saputra, menyambut baik terobosan ini dan menyebut kerja sama tersebut sebagai program pemasyarakatan paling implementatif di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Deddy mengapresiasi keterbukaan perguruan tinggi dalam menerima para mantan pelanggar hukum. "Ini kerja sama yang paling implementatif, bukan sekadar seremonial tanda tangan lalu selesai. Dunia pendidikan tinggi terbukti tidak menutup mata dan membuka pintu seluas-luasnya bagi klien pemasyarakatan," ujar Deddy.

Program ini menjadi sarana pembuktian bagi para klien untuk memperbaiki diri di mata publik. "Mereka dulu mungkin pernah salah atau menyakiti masyarakat, tetapi sekarang saatnya menyembuhkan luka tersebut. Kuncinya satu, tunjukkan bahwa kalian memang siap kembali bermasyarakat," kata Deddy menutup perbincangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....