Harga Rumah Balikpapan Naik Tipis, Properti Komersial Cenderung Stabil

  • 10 Sep 2026 14:46 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID,Balikpapan- Pasar properti di Kota Balikpapan menunjukkan dinamika yang beragam pada triwulan II 2026, ditandai dengan kenaikan harga rumah baru yang melandai serta stabilitas pada sektor properti komersial.

Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, mengungkapkan bahwa berdasarkan Survei Harga Properti Residensial (SHPR), Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) agregat tercatat sebesar 107,58 atau tumbuh 1,19% (year-on-year/yoy). Kenaikan ini sedikit lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya yang mencapai 1,44% (yoy).

"Penyesuaian harga jual rumah baru oleh para pengembang utamanya dipicu oleh kompensasi atas kenaikan harga bahan bangunan dan upah tenaga kerja tukang," ujar Robi Ariadi pada 10 September 2026 melalui rilis resminya.

Kenaikan harga terutama didorong rumah tipe menengah yang naik 0,46% (yoy), meningkat dari triwulan sebelumnya (0,38% yoy). Sementara itu, pertumbuhan harga rumah tipe besar dan kecil melandai masing-masing ke angka 2,02% (yoy) dan 1,71% (yoy).

Penjualan rumah baru mulai membaik secara kuartalan menjadi 75 unit dari 30 pengembang, naik dari 72 unit pada triwulan I 2026. Tipe kecil tetap menjadi primadona pasar dengan porsi penjualan mendominasi sebesar 52%, disusul tipe menengah (27%), dan tipe besar (21%). Mayoritas pembeli (72%) masih mengandalkan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR), disusul tunai bertahap (24%), dan tunai keras (4%).

Penyaluran KPR tumbuh menjadi Rp5,01 triliun (naik 2,27% yoy) dengan profil risiko terjaga aman melalui rasio NPL di bawah 5%.

Di sektor non-residensial, hasil Survei Perkembangan Properti Komersial (PPKom) mencatat Indeks Harga Properti Komersial (IHPK) berada di level 105,70, bergerak stabil dengan kontraksi tipis 0,02% (yoy).

Robi menjelaskan bahwa segmen hotel dan ritel mendapat dorongan positif dari aktivitas MICE, kedinasan, operasional industri hilirisasi CPO, proyek perluasan Kilang Pertamina, hingga berlanjutnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Ke depan, Bank Indonesia berkomitmen menjaga momentum pemulihan properti melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) guna memacu pembiayaan sektor prioritas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....