Pemkot Samarinda, PWI Kaltim dan Relawan ITS Bagikan 2.000 Masker untuk Pelajar
- 07 Sep 2026 12:35 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Pemerintah Kota Samarinda bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur dan Relawan Info Taruna Samarinda membagikan masker kepada pelajar dan tenaga pendidik di SDN 007 Samarinda Ulu, pada Senin 7 September 2026. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kabut asap yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kota Samarinda.
Pembagian masker menyasar ratusan siswa dan guru yang setiap hari tetap menjalankan aktivitas belajar mengajar di sekolah. Penggunaan masker diharapkan dapat membantu mengurangi risiko paparan asap dan debu, terutama saat kualitas udara mengalami penurunan.
Ketua Relawan Info Taruna Samarinda, Joko Iswanto atau yang akrab dipanggil Jokis, mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan PWI Kaltim. Secara keseluruhan, jumlah masker yang disiapkan dari kedua pihak mencapai sekitar 2.000 masker dengan berbagai jenis yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
“Kondisi di Kota Samarinda saat ini kabut asap masih terjadi karena beberapa titik, khususnya di Sambutan dan Samarinda Utara, masih terjadi kebakaran lahan. Ini salah satu bentuk kepedulian kami kepada siswa-siswi dan para guru yang masih beraktivitas,” ujar Joko Iswanto.

Jokis mengatakan, masker tersebut diharapkan dapat digunakan para siswa ketika melakukan aktivitas di luar rumah maupun selama berada di lingkungan yang terdampak asap. Perlindungan sederhana tersebut dinilai penting, khususnya bagi anak-anak yang tetap harus mengikuti kegiatan pembelajaran.
"Di SDN 007 Samarinda Ulu, pembagian masker menyasar sekitar 586 siswa serta puluhan tenaga pendidik. Selain sekolah tersebut, Relawan Info Taruna Samarinda bersama PWI Kaltim juga menargetkan pembagian masker di sejumlah sekolah lain di wilayah Samarinda," ujar Jokis.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota dan Relawan Samarinda menghimbau masyarakat agar semakin meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan di tengah kondisi kabut asap. Kolaborasi antara pemerintah, organisasi wartawan, relawan, sekolah, dan masyarakat diharapkan dapat membantu meminimalkan dampak buruk dari kondisi lingkungan yang terjadi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....