Warga Samarinda Gelar Salat Istisqa, Upaya Spiritual Memohon Datangnya Hujan

  • 07 Sep 2026 11:56 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Upaya menghadapi kemarau panjang dan kondisi udara yang terdampak asap dilakukan melalui ikhtiar bersama secara spiritual di Kota Samarinda. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur bersama Relawan Info Taruna Samarinda dan Pemerintah Kota Samarinda menggelar Salat Istisqa di Sekretariat PWI Kaltim, Jalan Biola, pada Senin 7 September 2026.

Salat Istisqa tersebut dipimpin Habib Abdul Qodir bin Yahya Al Habsy dan diikuti berbagai unsur masyarakat. Kegiatan menjadi momentum untuk bersama-sama memanjatkan doa kepada Allah Swt., agar segera diturunkan hujan yang membawa keberkahan bagi Samarinda dan wilayah Kalimantan Timur.

Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri menyampaikan apresiasi kepada PWI Kaltim atas inisiatif penyelenggaraan Salat Istisqa. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan kebersamaan antara organisasi masyarakat, pemerintah, dan seluruh pihak dalam menghadapi kondisi kemarau yang terjadi.

“Atas nama Pemerintah Kota Samarinda, kami mengucapkan terima kasih kepada PWI yang telah mengadakan acara ini. Mari kita bersama-sama memohon kepada Allah Subhanahu wa ta'ala semoga permohonan kita diijabah dan segera diturunkan hujan serta diberikan keberkahan,” ujar Saefuddin Zuhri.

Saefuddin mengatakan, menghadapi kondisi kekeringan diperlukan berbagai bentuk ikhtiar secara bersama-sama. Selain upaya penanganan yang dilakukan pemerintah melalui berbagai langkah teknis, masyarakat juga diajak memperkuat doa dan pendekatan spiritual.

"Kebersamaan antara PWI Kaltim, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kota Samarinda, relawan, dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menghadapi dampak kemarau," ujar Saefuddin. Ia berharap hujan yang turun nantinya dapat memberikan manfaat sekaligus keberkahan bagi seluruh masyarakat.

Melalui Salat Istisqa tersebut, seluruh peserta diharapkan tidak hanya memohon turunnya hujan, tetapi juga meningkatkan kesadaran untuk memperbaiki diri dan memperkuat kepedulian terhadap sesama. Doa bersama itu menjadi bagian dari ikhtiar masyarakat Samarinda agar kondisi kemarau, asap, dan berbagai dampaknya dapat segera berakhir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....