Bahasa Gaul Marak di Media Sosial, Duta Bahasa Ingatkan Etika Digital

  • 07 Sep 2026 11:57 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Perkembangan media digital membuat cara generasi muda berkomunikasi ikut berubah. Bahasa Indonesia kini digunakan berdampingan dengan bahasa gaul, singkatan, hingga istilah asing yang muncul dalam percakapan di media sosial.

Duta Bahasa Kaltim Kaltara 2020, Viola Meilinda Putri Prihastiwi, melihat keberagaman tersebut sebagai bentuk kreativitas generasi muda. Menurutnya, anak muda memiliki kemampuan menciptakan gaya komunikasi yang semakin beragam di ruang digital.

“Kalau kita mau bahasakan ke positif adalah kreativitasnya luar biasa,” ujar Viola dalam program dialog luar studio pro 4, dikutip 7 September 2026.

Namun, kreativitas dalam berbahasa tetap perlu diiringi kesadaran terhadap siapa yang menerima pesan. Penggunaan singkatan, bahasa gaul, atau istilah tertentu belum tentu dipahami oleh semua orang. Perbedaan pemahaman tersebut dapat menimbulkan salah tafsir dalam komunikasi.

Kondisi ini menjadi semakin penting karena ruang digital mempertemukan masyarakat dengan latar belakang yang beragam. Indonesia memiliki berbagai suku, ras, dan budaya, termasuk di Kalimantan Timur. Bahasa yang digunakan di media sosial perlu dipilih secara bijak agar tidak justru memicu konflik maupun perpecahan.

Viola menilai edukasi mengenai penggunaan bahasa di ruang digital masih diperlukan. Menurutnya, media sosial memang dapat menjadi sarana hiburan, tetapi pengguna tetap perlu memperhatikan etika ketika membuat unggahan, memberikan komentar, maupun berinteraksi dengan pengguna lainnya.

“Walaupun media sosial sarana hiburan, tapi tetap butuh etika,” katanya.

Karena itu, Viola mengajak generasi muda untuk menggunakan bahasa yang positif dan santun ketika berada di ruang digital. Kreativitas dalam berbahasa tetap dapat berkembang, tetapi tidak seharusnya menghilangkan peran bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa.

Ia berharap bahasa Indonesia dapat menjadi tuan rumah di ruang digital. Menurut Viola, menjaga bahasa Indonesia berarti turut menjaga jati diri sebagai bangsa Indonesia.

“Bahasa Indonesia itu adalah identitas bangsa. Dengan kita menjaganya berarti kita sedang mempertahankan jati diri kita sebagai bangsa Indonesia,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....