Cinta Bahasa Indonesia Tak Cukup Diucapkan, Harus Tampak dalam Sikap
- 07 Sep 2026 12:00 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Mencintai bahasa Indonesia tidak cukup hanya melalui ucapan. Sikap tersebut perlu terlihat dari cara masyarakat menggunakan bahasa dalam kehidupan sehari-hari.
Widyabasa Ahli Pertama Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur, Ali Kusno, mengatakan kecintaan terhadap bahasa Indonesia harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Kebiasaan sederhana dalam memilih kata dan menyampaikan pesan menjadi salah satu bentuknya.
“Kamu cinta tidak bahasa Indonesia? Kami cinta bahasa Indonesia. Tetapi harus diikuti dengan tindak bahasanya,” kata Ali dalam program Dialog Luar Studio Pro 4, dikutip 7 September 2026.
Menurut Ali, tindak bahasa juga menjadi penting ketika masyarakat berkomunikasi melalui media sosial. Ruang digital menjadi tempat publik menunjukkan cara berpikir, bersikap, dan menghargai orang lain melalui bahasa yang digunakan.
Ali mengingatkan masyarakat tidak menjadikan media sosial sebagai tempat melampiaskan emosi. Status maupun komentar yang ditulis saat marah berpotensi menimbulkan persoalan karena dapat dibaca dan ditafsirkan banyak orang.
“Kalau sedang emosi jangan menulis status di media sosial. Kalau sedang emosi jangan menulis komentar. Nunggu reda dulu,” ujarnya.
Menurutnya, memberi jeda sebelum menulis dapat membantu seseorang berpikir lebih jernih. Setelah emosi mereda, pilihan kata yang digunakan juga dapat menjadi lebih tepat dan tidak mudah memicu salah paham.
Kebiasaan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan bahasa berkaitan erat dengan sikap seseorang. Bahasa yang muncul dalam unggahan maupun komentar bahkan dapat memengaruhi cara orang lain melihat karakter penggunanya.
“Dari bahasa-bahasa unggahannya, dari bahasa-bahasa komentarnya itu kita bisa mengambil interpretasi,” katanya.
Karena itu, Ali mendorong masyarakat lebih bijak menggunakan bahasa di ruang digital. Memilih kata sesuai konteks dan menghormati orang lain menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi yang sehat.
Baginya, mencintai bahasa Indonesia tidak harus diwujudkan melalui tindakan besar. Langkah sederhana seperti menggunakan bahasa secara santun dan bertanggung jawab sudah menjadi bentuk nyata menjaga bahasa sekaligus menghargai sesama.
Pesan tersebut menjadi semakin relevan ketika media sosial telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Bahasa yang digunakan bukan hanya menyampaikan pesan, tetapi juga mencerminkan sikap penggunanya di hadapan publik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....