Karhutla Hanguskan Lima Hektare Lahan di Desa Beloro
- 07 Sep 2026 06:53 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Desa Beloro, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Minggu 6 September 2026. Peristiwa tersebut menghanguskan lahan mineral dan gambut dengan estimasi luas sekitar lima hektare.
Data penanganan karhutla tersebut dibagikan petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Muriono, berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Kartanegara.
Laporan mengenai kebakaran diterima dari warga melalui telepon dan aplikasi WhatsApp pada pukul 14.39 Wita. Setelah menerima informasi tersebut, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kutai Kartanegara bersama relawan langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
Setibanya di lokasi, tim gabungan segera melakukan upaya pemadaman terhadap api yang membakar kawasan lahan tersebut. Pemadaman dilakukan menggunakan satu unit mobil tangki Dalkarhutla KaJama BPBD Kutai Kartanegara.
Dalam proses penanganan, petugas menggunakan air kolam sebagai sumber air untuk mendukung operasi pemadaman. Namun, tim menghadapi kendala karena lokasi sumber air berada cukup jauh dari titik kebakaran.
Peralatan semi mekanis yang digunakan dalam operasi tersebut meliputi lima roll selang berukuran 1,5 inci, dua roll selang berukuran 2,5 inci, satu Y connection, serta satu nozzle gun untuk mengarahkan semprotan air ke titik api.
Setelah proses pemadaman dilakukan, tim melanjutkan dengan pendinginan di area terdampak untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali. Api akhirnya berhasil dipadamkan dan kondisi lokasi dilaporkan telah aman.
Operasi penanganan karhutla tersebut selesai pada pukul 17.50 Wita. Saat ini, kondisi area yang terbakar dilaporkan api telah padam, sementara penyebab terjadinya kebakaran masih belum diketahui.
Sejumlah personel diterjunkan dalam penanganan tersebut, yakni Abdul Gapur selaku Wakil Ketua Regu, M. Oktavianur, Nugroho Gondo M, Jianto, serta Indra Apriadi. Mereka merupakan bagian dari tim yang terlibat langsung dalam upaya penanggulangan kebakaran.
Penanganan karhutla juga melibatkan unsur BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara, TNI, Polri, Ketua RT 10, serta masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk mempercepat pemadaman dan mencegah api meluas ke kawasan lain.
Petugas mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama pada kawasan yang memiliki vegetasi kering serta lahan gambut. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api agar dapat segera ditangani.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....