Api Hanguskan Tiga Hektare Lahan Bekas Sawah di Lempake

  • 02 Sep 2026 10:10 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kebakaran melanda lahan bekas persawahan di Jalan Usaha Tani Betapus, Kelurahan Lempake, Samarinda Utara, Senin, 31 Agustus 2026. Api membakar semak belukar dan ilalang kering hingga meluas ke sejumlah lahan milik warga.

Kapolsek Sungai Pinang, AKP Aksaruddin Adam, mengatakan lahan yang terbakar merupakan area kosong milik warga transmigrasi yang sebelumnya dimanfaatkan sebagai persawahan. Karena sudah lama tidak dikelola, lahan tersebut dipenuhi pohon liar dan rumput ilalang kering yang mudah terbakar.

Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar tiga hektare dan saat ini petugas masih mendalami penyebab munculnya api.

“Untuk penyebab kebakaran masih kami dalami. Kami sudah melakukan pengecekan di lokasi, koordinasi dengan instansi terkait serta relawan dan meminta keterangan dari sejumlah saksi,” ujar Aksaruddin, dalam keterangan resmi yang diterima rri.co.id, Rabu, 2 September 2026.

Ia menjelaskan, kebakaran pertama kali diketahui warga sekitar pukul 12.00 WITA. Saat itu, seorang warga bernama Mislan sedang menebas rumput di lahan milik Arlan yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kebakaran.

Dalam perjalanan kembali ke lokasi pekerjaannya, Mislan melihat lahan milik Abdul Syukur sudah terbakar. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Ketua RT 24 Kelurahan Lempake, Hairullah.

"Hairullah bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kelurahan Lempake kemudian mendatangi lokasi. Mereka mendapati api telah membakar lahan dan mulai merambat ke area milik warga lainnya, termasuk lahan milik Kuncung. Baru sekitar pukul 13.00 WITA, personel Polsek Sungai Pinang bersama relawan tiba di lokasi," kata Aksaruddin.

Ia menuturkan, kondisi angin yang cukup kencang juga membuat api cepat meluas. Karena itu, upaya pemadaman pun ditingkatkan sekitar pukul 15.00 WITA dengan mengerahkan delapan mesin portabel milik relawan Bengkuring Rescue.

"Petugas sempat mengalami kendala setelah bahan bakar mesin portable milik relawan habis. Kami pun memberikan bantuan uang tunai untuk pembelian bahan bakar karena yang paling penting api jangan sampai meluas,” ucap Aksaruddin.

Selama kurang lebih tiga jam berjibaku dengan si jago merah, api berhasil padam sekitar sekitar pukul 16.20 Wita. Meski begitu, petugas tetap melakukan pendinginan dan pemantauan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Aksaruddin mengungkapkan, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Sementara, nilai kerugian materiil belum dapat dipastikan dan penyebab kebakaran masih dalam proses pendalaman kepolisian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....