Kabut Asap Selimuti Delineasi IKN, Indeks Pencemaran Udara Wonotirto Tembus 162
- 31 Agt 2026 19:23 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Nusantara - Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai memengaruhi kualitas udara di sekitar kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Wonotirto, wilayah di Kecamatan Samboja yang masuk dalam delineasi IKN, sempat mencatat kualitas udara pada level tidak sehat.
Berdasarkan pemantauan pada Senin, 31 Agustus 2026, pukul 12.00 WITA, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di wilayah tersebut mencapai angka 162. Kondisi itu menunjukkan konsentrasi polutan di udara telah berada pada tingkat yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.
Situasi tersebut menjadi perhatian Otorita IKN. Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Safitri, mengatakan data kualitas udara tersebut berasal dari perangkat sensor pemantauan yang dipasang di kawasan dan terhubung dengan sistem Kementerian Lingkungan Hidup.
“Ya. Itu sumbernya dari sensor yang kami pasang dan terintegrasi dengan KLH. Kami sudah mengimbau penggunaan masker,” ujar Myrna, Senin, 31 Agustus 2026.
Meningkatnya pencemaran udara akibat asap karhutla membuat masyarakat diminta lebih berhati-hati saat beraktivitas. Penggunaan masker dianjurkan untuk mengurangi risiko paparan partikel dari asap, terutama ketika harus berada di luar ruangan.
Warga juga diimbau membatasi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki kepentingan mendesak. Perhatian khusus diberikan kepada kelompok yang lebih rentan terhadap dampak buruk kualitas udara, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, hingga masyarakat dengan gangguan pernapasan.
Kabut asap menjadi persoalan yang perlu diantisipasi serius di kawasan sekitar IKN. Selain ancaman kebakaran yang dapat merusak kawasan hutan dan vegetasi, dampaknya juga langsung dirasakan masyarakat melalui penurunan kualitas udara.
Kondisi di Wonotirto menunjukkan bahwa dampak karhutla tidak hanya dirasakan di lokasi terjadinya kebakaran. Asap dapat terbawa angin dan menyebar hingga ke kawasan lain, termasuk wilayah yang masuk dalam delineasi pembangunan IKN.
Pemantauan kualitas udara pun menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi bencana lingkungan di kawasan Nusantara. Informasi dari sensor diharapkan dapat menjadi peringatan dini bagi pemerintah maupun masyarakat untuk mengambil langkah perlindungan ketika tingkat pencemaran meningkat.
Otorita IKN meminta masyarakat tetap mengikuti perkembangan kondisi kualitas udara dan menerapkan langkah-langkah perlindungan diri selama dampak kabut asap masih terjadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....