Kabut Asap Selimuti Berau, Pedagang Akui Mulai Kehilangan Pelanggan

  • 31 Agt 2026 12:42 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Berau - Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Berau dalam beberapa hari terakhir mulai berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Sejumlah pedagang mengaku mengalami penurunan jumlah pembeli karena warga memilih mengurangi kegiatan di luar rumah.

Kondisi kabut asap yang semakin pekat sejak Sabtu 29 Agustus 2026 membuat sejumlah kawasan publik tidak seramai biasanya. Jarak pandang yang menurun serta kekhawatiran terhadap dampak kesehatan menjadi alasan masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan.

Salah seorang pedagang di kawasan Tepian Teratai, Yuli, mengatakan kondisi tersebut langsung berpengaruh terhadap pendapatannya. Jumlah pelanggan yang datang mengalami penurunan dibanding hari-hari sebelumnya.

“Pelanggan banyak yang mengurangi aktivitas di luar, jadi pemasukan ikut berkurang,” ujar Yuli, Minggu 30 Agustus 2026.

Bagi pedagang yang menggantungkan penghasilan dari keramaian kawasan publik, berkurangnya mobilitas masyarakat menjadi persoalan tersendiri. Ketika warga memilih bertahan di rumah, jumlah pengunjung dan pembeli pun ikut menyusut.

Di sisi lain, warga yang tetap harus beraktivitas mengeluhkan kondisi udara yang kurang nyaman. Sejumlah masyarakat mulai merasakan mata perih hingga gangguan pernapasan akibat paparan asap.

Situasi tersebut membuat masyarakat berada dalam dilema. Sebagian harus tetap keluar rumah untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan ekonomi, sementara risiko paparan kabut asap terus mengintai.

Kabut asap yang terjadi di Berau pun mulai menunjukkan dampak yang lebih luas. Tidak hanya mengganggu jarak pandang dan aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut juga mulai menekan perputaran ekonomi masyarakat kecil.

Jika kondisi asap terus berlangsung, pelaku usaha yang mengandalkan aktivitas masyarakat di ruang publik berpotensi menghadapi penurunan pendapatan lebih besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....