Sinergi Hadapi Musim Kemarau, PPU Perkuat Kesiapsiagaan Bencana
- 06 Agt 2026 12:20 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersama Polres PPU, TNI, BPBD, dan sejumlah instansi terkait memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau melalui latihan fisik bersama dan rembuk sinergitas penanggulangan bencana.
Langkah ini dilakukan agar penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) maupun bencana lainnya dapat berlangsung lebih cepat, terkoordinasi, dan berdampak langsung pada keselamatan masyarakat.
Kegiatan berlangsung di Lapangan Kantor Bupati PPU, Kamis 6 Agustus 2026, dan diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi perangkat daerah, BPBD, Satpol PP, serta personel TNI dan Polri.
Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Tohar, yang memimpin apel kesiapsiagaan mengatakan musim kemarau dengan periode hari tanpa hujan yang semakin panjang harus diantisipasi sejak dini. Menurutnya, kesiapan personel, sarana, dan koordinasi lintas instansi menjadi faktor penting untuk meminimalkan dampak bencana.
Ia meminta setiap instansi memastikan seluruh peralatan penanggulangan bencana dalam kondisi siap digunakan, sementara personel menjaga kebugaran fisik agar dapat diterjunkan sewaktu-waktu apabila terjadi keadaan darurat.
"Kesiapan personel dan peralatan harus terus dijaga. Koordinasi yang baik menjadi kunci agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan efektif," ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasdim 0913/PPU, Mayor Arm. Antha Hi Jusuf, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten PPU Nurlaila, Kasatpol PP Kabupaten PPU H. Bagenda Ali, Kepala Dinas Sosial Ainie, Kepala Dinas Pertanian Rosihan Azward, serta para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara.
Kapolres Penajam Paser Utara, AKBP Andreas Alek Danantara, melalui Kabag Ops Polres PPU AKP Aan Suharmanto mengatakan, penanggulangan bencana membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, karena keselamatan masyarakat tidak dapat dijaga oleh satu instansi saja.
"Penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab satu instansi, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat dari seluruh unsur. Melalui kegiatan ini kami membangun kesiapan personel, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan soliditas agar mampu memberikan respons yang cepat, tepat, dan terukur demi melindungi keselamatan masyarakat," katanya.
Menurut Aan, latihan bersama menjadi bagian penting untuk meningkatkan kemampuan personel sekaligus memperkuat komunikasi antarinstansi sehingga proses evakuasi maupun penanganan bencana dapat dilakukan lebih efektif ketika kondisi darurat terjadi.
Selain apel kesiapsiagaan, kegiatan juga diisi dengan senam bersama, lari santai, dan ramah tamah sebagai upaya mempererat soliditas antarpersonel lintas sektor.
Bagi masyarakat, penguatan sinergi ini diharapkan memberikan manfaat nyata berupa respons penanganan bencana yang lebih cepat, tersedianya koordinasi yang lebih baik saat terjadi keadaan darurat, serta meningkatnya upaya pencegahan sebelum bencana berkembang menjadi lebih besar.
Pemerintah Kabupaten PPU bersama seluruh unsur terkait juga mengimbau masyarakat untuk ikut berperan aktif mencegah kebakaran hutan dan lahan, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau potensi bencana di lingkungan sekitar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....