Hadapi Kekeringan, DPRD Samarinda Pantau Ancaman Karhutla dan Ketersediaan Air
- 27 Agt 2026 09:58 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - DPRD Kota Samarinda mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di tengah musim kemarau dan minimnya curah hujan. Imbauan tersebut disampaikan Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, saat pembukaan rangkaian “Semarak HUT RI Ke-81” di halaman Kantor DPRD Samarinda.
Helmi mengatakan, persoalan kemarau panjang dan potensi kebakaran menjadi perhatian pemerintah pusat maupun daerah. Ia mengaku baru mengikuti arahan pemerintah pusat mengenai perlunya pemantauan terhadap dampak lamanya periode tanpa hujan yang dapat meningkatkan kerawanan kebakaran.
Menurut Helmi, sejumlah kejadian kebakaran telah menjadi peringatan agar masyarakat tidak lengah. Helmi menyebut adanya kebakaran di wilayah Tenggarong serta kebakaran kecil yang sebelumnya terjadi di sekitar ruas Tol Samarinda-Balikpapan.
“Kita mengimbau masyarakat, terutama yang berada di daerah perkebunan maupun kawasan padat penduduk, untuk berhati-hati dan menjaga agar tidak sampai terjadi kebakaran,” ujar Helmi Abdullah.
Helmi menambahkan, kondisi kawasan yang kering dan gersang dapat mempercepat penyebaran api apabila terjadi kebakaran. Karena itu, anggota DPRD dari masing-masing daerah pemilihan diminta turun memantau kondisi wilayah dan segera melaporkan apabila terdapat perkembangan yang mengkhawatirkan.
Hasil pemantauan tersebut nantinya akan diteruskan kepada Pemerintah Kota Samarinda, Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD, serta pihak terkait lainnya. Helmi menyebut pemerintah pada prinsipnya telah menyiapkan mekanisme penanganan apabila kondisi darurat benar-benar terjadi, meski semua pihak berharap situasi tersebut tidak sampai terjadi.
Selain ancaman karhutla, DPRD Samarinda juga menyoroti persoalan ketersediaan air bersih yang dapat terdampak musim kemarau dan intrusi air laut. Helmi mengimbau masyarakat menggunakan air Perumdam secara bijak dan hanya menyimpan persediaan sesuai kebutuhan agar distribusi air tetap dapat menjangkau seluruh pelanggan.
“Kemarin PDAM juga sudah mengimbau agar masyarakat jangan menggunakan air secara berlebihan dan menyetok seperlunya saja. Kita harus saling menjaga,” kata Helmi pada Rabu 26 Agustus 2026.
Helmi mengakui sejumlah kawasan, khususnya wilayah perbukitan, juga menghadapi persoalan berkurangnya sumber air akibat sumur bor dan mata air mengalami kekeringan. Sementara itu, kenaikan kadar klorida pada beberapa sumber air juga menjadi perhatian karena kualitas air harus tetap memenuhi standar sebelum diproduksi dan didistribusikan kepada masyarakat.
Helmi meminta informasi mengenai kondisi pelayanan air bersih terus disampaikan secara terbuka kepada publik. DPRD Kota Samarinda akan terus melakukan pemantauan dan mendorong pemerintah daerah serta instansi terkait untuk mengambil langkah cepat apabila situasi kekeringan, karhutla, maupun gangguan pasokan air semakin memburuk. (zul)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....