Dinkes Kaltim Dorong Rumah Sakit Gelar Simulasi Evakuasi Bencana

  • 26 Agt 2026 13:27 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur mendorong seluruh fasilitas kesehatan, terutama rumah sakit, meningkatkan kesiapan menghadapi bencana melalui simulasi evakuasi. Kesiapan tersebut dinilai penting karena rumah sakit memiliki pasien dan penghuni yang membutuhkan perlindungan khusus saat terjadi kondisi darurat.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, mengatakan simulasi diperlukan agar tenaga kesehatan dan manajemen fasilitas memahami langkah yang harus dilakukan ketika terjadi gempa, kebakaran, maupun bencana lainnya. Prosedur evakuasi harus dipersiapkan secara matang untuk mengurangi risiko korban jiwa.

Menurut Jaya, fasilitas kesehatan yang merawat pasien lebih dari 24 jam harus memiliki skenario penanganan yang jelas. Hal tersebut penting karena proses evakuasi pasien dalam kondisi darurat memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan evakuasi masyarakat pada umumnya.

“Ketika ada gempa seperti apa simulasinya, termasuk juga ketika adanya kebakaran yang menyebabkan harus ada evakuasi, maka setiap fasilitas kesehatan diwajibkan untuk melakukan simulasi,” ujar Jaya.

Menurut Jaya, kesiapsiagaan menghadapi bencana di fasilitas kesehatan perlu terus dievaluasi. Pengalaman terjadinya gempa yang pernah dirasakan masyarakat Kaltim harus menjadi pelajaran untuk memastikan rumah sakit memiliki manajemen kebencanaan yang memadai.

Jaya juga mengharapkan BPBD dapat memberikan bimbingan dan pelatihan kepada jajaran Dinas Kesehatan serta fasilitas pelayanan kesehatan. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi berbagai jenis bencana.

Selain keselamatan tenaga kesehatan, kesiapan tersebut juga bertujuan melindungi pasien yang memiliki kondisi rentan. Pasien yang sedang menjalani perawatan membutuhkan mekanisme evakuasi yang aman agar tidak mengalami risiko tambahan ketika bencana terjadi.

“Kita cek dulu manajemen fasilitas kebencanaannya, keselamatan pasiennya, kemudian beberapa tata kelolanya agar kita bisa memitigasi korban yang seharusnya bisa kita kurangi,” ucap Jaya pada Rabu 26 Agustus 2026. (zul)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....