Dinkes Kaltim Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Dampak Perubahan Iklim

  • 26 Agt 2026 11:29 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur memperkuat kesiapsiagaan menghadapi penyakit sensitif iklim dan potensi krisis kesehatan. Langkah tersebut dibahas dalam Pertemuan Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Penyakit Sensitif Iklim dan Potensi Krisis Kesehatan di Samarinda, pada Rabu 26 Agustus 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, mengatakan pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kewaspadaan dan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, perubahan iklim dan kondisi lingkungan dapat memunculkan berbagai ancaman kesehatan yang harus diantisipasi sejak dini.

Jaya menyebut kondisi kekeringan, suhu ekstrem, kebakaran hutan dan lahan, serta bencana alam lainnya berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan masyarakat. Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai adalah infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA akibat paparan asap dan debu.

“Kita harus mengelola mitigasi sehingga bisa melaksanakan pelayanan kepada masyarakat dan mengurangi dampak dari permasalahan iklim yang sedang berubah ini,” kata Jaya.

Jaya menambahkan, ancaman kesehatan tidak hanya muncul akibat perubahan iklim, tetapi juga dapat dipicu bencana seperti gempa bumi. Kalimantan Timur, kata dia, telah mengalami dampak gempa di Kabupaten Berau sehingga kesiapsiagaan fasilitas kesehatan perlu terus diperkuat.

Selain itu, beberapa wilayah juga perlu mewaspadai dampak kekeringan. Jaya menyebut Kabupaten Mahakam Ulu sebagai salah satu daerah yang harus mendapatkan perhatian dalam menghadapi potensi kekeringan dan dampak kesehatan yang menyertainya.

Menurut Jaya, seluruh pihak harus membangun sistem kesiapsiagaan yang mampu merespons potensi penyakit maupun krisis kesehatan secara cepat. Sistem tersebut harus berjalan sejak tahap mitigasi, kewaspadaan dini, penanganan darurat hingga pemulihan pascabencana.

Pertemuan koordinasi ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara Dinas Kesehatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD, tim krisis kesehatan, dan fasilitas pelayanan kesehatan. Melalui kesiapsiagaan yang terintegrasi, risiko penyakit dan korban akibat perubahan iklim maupun bencana diharapkan dapat diminimalkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....